Di bawah tekanan AS, Irak bantah beli senjata dari Iran
Rabu, 26 Februari 2014 - 19:55 WIB
Di bawah tekanan AS, Irak bantah beli senjata dari Iran
A
A
A
Sindonews.com – Irak membantah telah melakukan kesepakatan pembelian senjata dan amunisi dari Iran. Bantahan ini disampaikan Pemerintah Irak di tengah tekanan kuat dari Amerika Serikat (AS).
Kementerian Pertahanan Irak mengaku, berbagai perusahaan internasional telah berusaha untuk memasok Irak dengan amunisi dan peralatan penglihatan malam. Termasuk satu perusahaan dari Iran.
Berbeda dengan laporan media massa yang menyebut telah terjadi kesepakatan, Pemerintah Irak dengan tegas membantah hal ini. “Tidak ada kontrak yang ditandatangani dengan perusahaan Iran," sebut pernyataan Kementerian Pertahanan Irak, seperti dikutip dari The Star, Rabu (26/2/2014).
Sebelumnya, setelah laporan ini muncul di media massa, AS langsung bersikap keras. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki mengatakan, setiap transfer senjata dari Iran ke negara ketiga adalah pelanggaran langsung dari sanksi PBB.
"Kami sedang mencari klarifikasi mengenai hal ini dari Pemerintah Irak dan untuk memastikan para pejabat Irak memahami batas-batas hukum internasional mengenai perdagangan senjata dengan Iran,” lanjut Psaki.
Saat ini, AS adalah pemasok terbesar peralatan militer ke Irak. Menurut Psaki, AS telah memberikan lebih dari USD15 miliar dalam bentuk peralatan, layanan, dan pelatihan.
Kementerian Pertahanan Irak mengaku, berbagai perusahaan internasional telah berusaha untuk memasok Irak dengan amunisi dan peralatan penglihatan malam. Termasuk satu perusahaan dari Iran.
Berbeda dengan laporan media massa yang menyebut telah terjadi kesepakatan, Pemerintah Irak dengan tegas membantah hal ini. “Tidak ada kontrak yang ditandatangani dengan perusahaan Iran," sebut pernyataan Kementerian Pertahanan Irak, seperti dikutip dari The Star, Rabu (26/2/2014).
Sebelumnya, setelah laporan ini muncul di media massa, AS langsung bersikap keras. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki mengatakan, setiap transfer senjata dari Iran ke negara ketiga adalah pelanggaran langsung dari sanksi PBB.
"Kami sedang mencari klarifikasi mengenai hal ini dari Pemerintah Irak dan untuk memastikan para pejabat Irak memahami batas-batas hukum internasional mengenai perdagangan senjata dengan Iran,” lanjut Psaki.
Saat ini, AS adalah pemasok terbesar peralatan militer ke Irak. Menurut Psaki, AS telah memberikan lebih dari USD15 miliar dalam bentuk peralatan, layanan, dan pelatihan.
(esn)