Thailand masih membara, demonstran kembali turun ke jalan
Rabu, 19 Februari 2014 - 18:50 WIB
Thailand masih membara, demonstran kembali turun ke jalan
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi Thailand semakin membara, para demonstran kembali turun ke jalan setelah satu hari sebelumnya terlibat bentrokan hebat dengan polisi. Bentrokan kemarin menewaskan lima orang dan melukai puluhan lainnya.
Yang menjadi sasaran dari demonstran kali ini adalah kantor Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Mereka mengempung kantor Menteri Pertahanan yang menjadi kantor sementara Yingluck. Namun, saat demonstran mengepung tempat tersebut, Yingluck diprediksi sedang tidak berada di tempat.
"Jika Yingluck masih tetap datang untuk bekerja di sini, kami akan datang setiap hari," cetus pemimpin demonstran, Suthep Thaugsuban seperti dilansir AFP, Rabu (19/2/2014). Menurut dia, ada kemungkinan Yingluck akan diusir dari Thailand.
"Kita akan mengejar dia seharian penuh, sampai dia tak bisa tinggal di sini," ungkap Thaugsuban di depan ribuan demonstran.
Para demonstran tetap bersikeras untuk menuntut Yingluck mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri. Yingluck didesak untuk menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan sementara yang akan melakukan reformasi untuk menangani dugaan korupsi dan penyalahgunaan dana publik.
Yang menjadi sasaran dari demonstran kali ini adalah kantor Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Mereka mengempung kantor Menteri Pertahanan yang menjadi kantor sementara Yingluck. Namun, saat demonstran mengepung tempat tersebut, Yingluck diprediksi sedang tidak berada di tempat.
"Jika Yingluck masih tetap datang untuk bekerja di sini, kami akan datang setiap hari," cetus pemimpin demonstran, Suthep Thaugsuban seperti dilansir AFP, Rabu (19/2/2014). Menurut dia, ada kemungkinan Yingluck akan diusir dari Thailand.
"Kita akan mengejar dia seharian penuh, sampai dia tak bisa tinggal di sini," ungkap Thaugsuban di depan ribuan demonstran.
Para demonstran tetap bersikeras untuk menuntut Yingluck mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri. Yingluck didesak untuk menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan sementara yang akan melakukan reformasi untuk menangani dugaan korupsi dan penyalahgunaan dana publik.
(esn)