Miskin, perempuan Kenya barter ikan dengan bercumbu

Senin, 17 Februari 2014 - 13:04 WIB
Miskin, perempuan Kenya...
Miskin, perempuan Kenya barter ikan dengan bercumbu
A A A
Sindonews.com – Potret kemiskinan di Luo, Kenya sangat memprihatinkan. Saking miskinnya, para perempuan daerah itu barter ikan dari nelayan dengan bercumbu, karena tidak mempunyai uang.

Praktik barter ikan yang memiriskan itu, dikenal dalam bahasa daerah Luo dengan istilah “Jaboya”.

Lucy Odhiambo, 35, seorang janda dari lima anak yang hidup miskin di Luo, mengungkapkan praktik barter ikan tersebut. Menurutnya, para perempuan di Luo tidak berdaya, karena miskin. ”Saya dipaksa untuk membayar ikan dengan bercumbu, karena saya tidak punya cara yang lain,” kata Odhiambo, kepada BBC, Senin (17/2/2014) .

”Biasanya saya tidur dengan satu atau dua nelayan seminggu sekali. Saya bisa terkena penyakit, tapi saya tidak punya pilihan lain. Saya mempunyai anak-anak yang harus bersekolah,” keluh dia.

“Jaboya adalah sebuah praktik yang jahat,” katanya lagi. Data pemerintah daerah setempat menyebut, kasus HIV di Luo meningkat hampir 15 persen atau dua kali lipat dari angka rata-rata nasional. Pemicu peningkatan kasus HIV terbesar, salah satunya dari Jaboya tersebut.

Namun, praktik seperti itu mulai perangi para aktivis setempat. Agnes Auma, salah satunya. Dia memiliki perahu di Danau Victoria, Kenya. Dia juga memperkerjakan nelayan.Aktivitas perempuan Kenya itu dibiayai badan amal setempat yang disebut Vired yang didukung kelompok Peace Corps Amerika Serikat.

Berkat aktivis itu, para perempuan Kenya yang hidup miskin direkrut menjadi nelayan untuk meninggalkan praktik barter yang memiriskan. ”Aku melihat dia akan mati, menyerahkan tubuhnya demi ikan dari saya. Saya tidak bisa melanjutkan praktik seperti itu,” kata Auma.

Dia lantas merekrut para perempuan miskin itu menjadi pegawainya.”Saya sangat senang dan bangga, bahwa nelayan saya seorang nelayan perempuan yang kuat,” imbuh dia sambil tersenyum.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Landa Kenya di...
Banjir Landa Kenya di Tengah Pandemi Corona, 194 Tewas
Gadis 12 Tahun di Kenya...
Gadis 12 Tahun di Kenya Menikah dengan 2 Pria dalam Sebulan
Somalia Putuskan Hubungan...
Somalia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kenya
Pasukan Somalia-Kenya...
Pasukan Somalia-Kenya Baku Tembak di Perbatasan
Resahkan Warga dan Tidak...
Resahkan Warga dan Tidak Punya Dokumen Keimigrasian, 4 WNA asal Kenya Dideportasi
Perkuat Hubungan RI-Afrika,...
Perkuat Hubungan RI-Afrika, Ekspedisi Kurban BMH Sambangi Kenya
Berita Terkini
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
18 menit yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
1 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
2 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
2 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
3 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved