Indonesia minta Australia & AS bereskan kekacauan
Senin, 17 Februari 2014 - 02:44 WIB
Indonesia minta Australia & AS bereskan kekacauan
A
A
A
Sindonews.com – Dugaan kegiatan penyadapan yang dilakukan badan intelijen Australia, Australian Signals Directorate (ASD) pada firma hukum di Amerika Serikat (AS), yang mewakili Pemerintah Indonesia dalam sengketa perdagangan, berpotensi merusak hubungan bilateral.
Penasihat dan juru bicara urusan luar negeri Kepresidenan RI, Teuku Faizasyah, mengatakan, bahwa Presiden SBY telah diberitahu tentang hal ini oleh Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa.
"Jelas, ini adalah pemberitahuan yang membingungkan, memata-matai kepentingan nasional Indonesia," kata Faizasyah kepada The Guardian melalui pesan teks, Minggu (16/2/2014).
Untuk itu, Faizasyah menegaskan, bahwa Australia dan AS perlu "membersihkan kekacauan mereka" untuk menyelamatkan hubungan dengan Indonesia.
Kegiatan mata-mata ini terungkap dalam Sebuah dokumen rahasia yang diperoleh oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden. Firma hukum yang diduga menjadi korban penyadapan ASD adalah Mayer Brown, sebuah firma hukum yang berbasis di Chicago, diketahui telah memberikan saran kepada pemerintah Indonesia mengenai isu-isu perdagangan.
“Saya ingin mengetahui, apa lagi yang dimiliki Snowden? Oleh karena itu, adalah tanggung jawab negara (AS & Australia) yang terlibat dalam hal ini untuk membersihkan kekacauan, untuk menyelamatkan hubungan bilateral dengan Indonesia," tegas Faizasyah.
Penasihat dan juru bicara urusan luar negeri Kepresidenan RI, Teuku Faizasyah, mengatakan, bahwa Presiden SBY telah diberitahu tentang hal ini oleh Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa.
"Jelas, ini adalah pemberitahuan yang membingungkan, memata-matai kepentingan nasional Indonesia," kata Faizasyah kepada The Guardian melalui pesan teks, Minggu (16/2/2014).
Untuk itu, Faizasyah menegaskan, bahwa Australia dan AS perlu "membersihkan kekacauan mereka" untuk menyelamatkan hubungan dengan Indonesia.
Kegiatan mata-mata ini terungkap dalam Sebuah dokumen rahasia yang diperoleh oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden. Firma hukum yang diduga menjadi korban penyadapan ASD adalah Mayer Brown, sebuah firma hukum yang berbasis di Chicago, diketahui telah memberikan saran kepada pemerintah Indonesia mengenai isu-isu perdagangan.
“Saya ingin mengetahui, apa lagi yang dimiliki Snowden? Oleh karena itu, adalah tanggung jawab negara (AS & Australia) yang terlibat dalam hal ini untuk membersihkan kekacauan, untuk menyelamatkan hubungan bilateral dengan Indonesia," tegas Faizasyah.
(esn)