Soal ancaman boikot, Kerry abaikan kritik Israel
Kamis, 06 Februari 2014 - 10:18 WIB
Soal ancaman boikot, Kerry abaikan kritik Israel
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, mengabaikan kritik-kritik tajam para pejabat Israel, setelah dia mengancam akan menyerukan boikot terhadap Israel.
Kerry mengancam akan menyerukan pemboikotan terhadap Israel jika perundingan damai dengan Palestina gagal.
Kerry tercatat sudah dua kali menuai kritik tajam. Pertama, muncul dari Menteri Pertahanan Israel yang pernah mencemooh Kerry dengan menyebutnya sebagai “Mesias” atau juru selamat dalam konflik Israel Palestina.
Kerry kala itu dicemooh sebagai tokoh yang ingin menjadikan Yerusalsem sebagai tempat suci semua agama, seperti Yahudi, Kristen, Islam, Budha, Klingon dan Hobbit. Kritik tajam kedua, muncul beberapa hari lalu, ketika Menlu AS itu mengancam akan menyerukan boikot terhadap Israel jika perundingan damai dengan Palestina sampai gagal.
Ancaman itu, digambarkan para pejabat Israel, bahwa Kerry seolah-olah menodongkan pistol ke kepala Israel untuk menyukseskan perundingan damai dengan Palestina.
Namun, kepada CNN, Kerry mengabaikan kritik-kritik tajam para pejabat Israel itu. ”Saya sudah ‘diserang’ oleh orang-orang sebelum menggunakan peluru yang sebenarnya. Tapi, saya tidak akan terintimidasi,” kata Kerry.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, seperti dikutip Reuters, Kamis (6/2/2014), mengatakan, kritik itu justru ditujukan pada proses perundingan damai dua negara yang berseteru di Timur Tengah tersebut. Perundingan damai Israel dan Palestina untuk tahap selanjutnya akan digelar April mendatang.
”Kata-kata (kritik) itu, bukan serangan terhadap dirinya (Kerry). Kritik mereka (pejabat Israel) sebenarnya ditujukan pada proses perdamaian itu sendiri,” kata Psaki.”Kita sudahsampai ke masalah yang sulit,” lanjut dia.
Kerry mengancam akan menyerukan pemboikotan terhadap Israel jika perundingan damai dengan Palestina gagal.
Kerry tercatat sudah dua kali menuai kritik tajam. Pertama, muncul dari Menteri Pertahanan Israel yang pernah mencemooh Kerry dengan menyebutnya sebagai “Mesias” atau juru selamat dalam konflik Israel Palestina.
Kerry kala itu dicemooh sebagai tokoh yang ingin menjadikan Yerusalsem sebagai tempat suci semua agama, seperti Yahudi, Kristen, Islam, Budha, Klingon dan Hobbit. Kritik tajam kedua, muncul beberapa hari lalu, ketika Menlu AS itu mengancam akan menyerukan boikot terhadap Israel jika perundingan damai dengan Palestina sampai gagal.
Ancaman itu, digambarkan para pejabat Israel, bahwa Kerry seolah-olah menodongkan pistol ke kepala Israel untuk menyukseskan perundingan damai dengan Palestina.
Namun, kepada CNN, Kerry mengabaikan kritik-kritik tajam para pejabat Israel itu. ”Saya sudah ‘diserang’ oleh orang-orang sebelum menggunakan peluru yang sebenarnya. Tapi, saya tidak akan terintimidasi,” kata Kerry.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, seperti dikutip Reuters, Kamis (6/2/2014), mengatakan, kritik itu justru ditujukan pada proses perundingan damai dua negara yang berseteru di Timur Tengah tersebut. Perundingan damai Israel dan Palestina untuk tahap selanjutnya akan digelar April mendatang.
”Kata-kata (kritik) itu, bukan serangan terhadap dirinya (Kerry). Kritik mereka (pejabat Israel) sebenarnya ditujukan pada proses perdamaian itu sendiri,” kata Psaki.”Kita sudahsampai ke masalah yang sulit,” lanjut dia.
(mas)