Ketika bom barel Suriah hancurkan masjid di Aleppo
Rabu, 05 Februari 2014 - 17:22 WIB
Ketika bom barel Suriah hancurkan masjid di Aleppo
A
A
A
Sindonews.com –Pria itu dengan susah payah menarik seorang gadis kecil dari puing-puing bangunan di Aleppo, yang hancur. Pakaian gadis itu penuh debu.
Di sebelahnya, ada anak kecil lain dengan pakaian yang juga diselimuti debu, tampak mengalir darah dari hidungnya. Anak itu lebih parah. Kakinya hancur dan tubuhnya masih terperangkap di puing bangunan masjid di kota tua di Suriah itu.
Masjid yang digunakan sebagai sekolah oleh bocah-bocah Suriah itu, hancur ketika pasukan Suriah menjatuhkan bom barel di Kota Aleppo, Selasa kemarin. Aktivis Suriah menyebut, 11 orang tewas dalam serangan bom barel terbaru tersebut.
Bom barel adalah sebuah bom berbentuk drum, di mana di dalamnya berisi bahan peledak dan proyektil logam. Bom itu dijatuhkan melalui helikopter militer loyalis Presiden Suriah, Bashar al-Assad untuk menyerang pasukan pemberontak atau oposisi yang bermarkas di Aleppo.
Para aktivis menyatakan, serangan bom barel itu menunjukkan, tindakan keras pasukan Pemerintah Suriah tanpa pandang bulu. Sebuah video yang diunggah dari distrik Masaken Hanano, wilayah yang dikuasai pemberontak juga menunjukkan ledakan di dekat masjid Utsman Bin Affan, di mana orang dewasa tengah mengajarkan Alquran kepada anak-anak.
Hassoun Abu Faisal, aktivis dari Aleppo Media Center, seperti dilansir al-Arabiya, Rabu (5/2/2014), menceritakan detik-detik pengambilan gambar video itu. Menurutnya, sebelum bom barel jatuh, langit masih tampak jernih biru. Namun, tidak berselang lama suasana menjadi kacau. Juru kamera dengan panik mengambil setiap adegan memilukan itu.
”Apakah ada martir (korban tewas)?”, tanya narator yang pembuat video. Kamera kemudian dibidikkan ke arah anak kecil yang kehilangan kakinya. ”Apakah ada anak-anak di sini, siapa pun itu?,” tanya narator itu lagi, yang kemudian terdengar tangisan salah satu anak kecil.
”Bashar (Presiden Suriah), Anda rendahan!,” teriak seorang pria dengan nada marah menatap langit. Pria itu membawa anak laki-laki yang tidak lagi bernyawa. Di dekatnya, seorang pria tua dengan wajah berlumuran darah menangs. ”Oh , Tuhan, berikanlah karunia-Mu, oh , Tuhan.”
Serangan bom barel selama empat hari berturut-turut di Aleppo telah menuai kecaman, salah satunya dari Pemerintah Amerika Serikat yang menyebut tindakan pasukan Assad sebagai tindakan barbar. Hingga kini, pihak rezim Suriah belum memberikan keterangan perihal serangan beruntuan di Aleppo itu.
Di sebelahnya, ada anak kecil lain dengan pakaian yang juga diselimuti debu, tampak mengalir darah dari hidungnya. Anak itu lebih parah. Kakinya hancur dan tubuhnya masih terperangkap di puing bangunan masjid di kota tua di Suriah itu.
Masjid yang digunakan sebagai sekolah oleh bocah-bocah Suriah itu, hancur ketika pasukan Suriah menjatuhkan bom barel di Kota Aleppo, Selasa kemarin. Aktivis Suriah menyebut, 11 orang tewas dalam serangan bom barel terbaru tersebut.
Bom barel adalah sebuah bom berbentuk drum, di mana di dalamnya berisi bahan peledak dan proyektil logam. Bom itu dijatuhkan melalui helikopter militer loyalis Presiden Suriah, Bashar al-Assad untuk menyerang pasukan pemberontak atau oposisi yang bermarkas di Aleppo.
Para aktivis menyatakan, serangan bom barel itu menunjukkan, tindakan keras pasukan Pemerintah Suriah tanpa pandang bulu. Sebuah video yang diunggah dari distrik Masaken Hanano, wilayah yang dikuasai pemberontak juga menunjukkan ledakan di dekat masjid Utsman Bin Affan, di mana orang dewasa tengah mengajarkan Alquran kepada anak-anak.
Hassoun Abu Faisal, aktivis dari Aleppo Media Center, seperti dilansir al-Arabiya, Rabu (5/2/2014), menceritakan detik-detik pengambilan gambar video itu. Menurutnya, sebelum bom barel jatuh, langit masih tampak jernih biru. Namun, tidak berselang lama suasana menjadi kacau. Juru kamera dengan panik mengambil setiap adegan memilukan itu.
”Apakah ada martir (korban tewas)?”, tanya narator yang pembuat video. Kamera kemudian dibidikkan ke arah anak kecil yang kehilangan kakinya. ”Apakah ada anak-anak di sini, siapa pun itu?,” tanya narator itu lagi, yang kemudian terdengar tangisan salah satu anak kecil.
”Bashar (Presiden Suriah), Anda rendahan!,” teriak seorang pria dengan nada marah menatap langit. Pria itu membawa anak laki-laki yang tidak lagi bernyawa. Di dekatnya, seorang pria tua dengan wajah berlumuran darah menangs. ”Oh , Tuhan, berikanlah karunia-Mu, oh , Tuhan.”
Serangan bom barel selama empat hari berturut-turut di Aleppo telah menuai kecaman, salah satunya dari Pemerintah Amerika Serikat yang menyebut tindakan pasukan Assad sebagai tindakan barbar. Hingga kini, pihak rezim Suriah belum memberikan keterangan perihal serangan beruntuan di Aleppo itu.
(mas)