Turki minta Jerman tingkatkan dukungan untuk gabung dengan UE
Rabu, 05 Februari 2014 - 03:00 WIB
Turki minta Jerman tingkatkan dukungan untuk gabung dengan UE
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak Jerman untuk meningkatkan dukungan demi bergabungnya Turki dengan Uni Eropa. Menurut Erdogan, Uni Eropa dapat mengambil manfaat dari kehadiran Turki di blok itu, seperti dalam penyelesaian konflik regional.
"Kami berharap dan ingin juga menerima dukungan dari Jerman untuk masuk ke dalam proses penerimaan Uni Eropa," kata Erdogan, Selasa (4/2/2014), seperti dikutip dari AFP. "Kami ingin Jerman melakukan kampanye lebih kuat," lanjutnya.
Pernyataan ini dilontarkan Erdogan saat melakukan kunjungan ke Berlin. Dalam lawatan ini, Erdogan juga dijadwalkan bertemu dengan Kanselir Angela Merkel. Kunjungan ini dilakukan Erdogan saat ia sedang menghadapi krisis politik terberat dalam 11 tahun masa kekuasaannya.
Erdogan juga melakukan kunjungan ke markas Uni Eropa di Brussels, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali tawaran lama Turki untuk bergabung dengan blok itu. Namun, skandal korupsi besar-besaran yang terjadi di Turki diprediksi akan menghambat keinginan itu.
Turki sendiri telah memulai pembicaraan untuk masuk dalam keanggotaan Uni Eropa sejak 2005 lalu. Namun, hingga kini belum nampak titik terang untuk merealisasikan keinginan itu.
"Kami berharap dan ingin juga menerima dukungan dari Jerman untuk masuk ke dalam proses penerimaan Uni Eropa," kata Erdogan, Selasa (4/2/2014), seperti dikutip dari AFP. "Kami ingin Jerman melakukan kampanye lebih kuat," lanjutnya.
Pernyataan ini dilontarkan Erdogan saat melakukan kunjungan ke Berlin. Dalam lawatan ini, Erdogan juga dijadwalkan bertemu dengan Kanselir Angela Merkel. Kunjungan ini dilakukan Erdogan saat ia sedang menghadapi krisis politik terberat dalam 11 tahun masa kekuasaannya.
Erdogan juga melakukan kunjungan ke markas Uni Eropa di Brussels, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali tawaran lama Turki untuk bergabung dengan blok itu. Namun, skandal korupsi besar-besaran yang terjadi di Turki diprediksi akan menghambat keinginan itu.
Turki sendiri telah memulai pembicaraan untuk masuk dalam keanggotaan Uni Eropa sejak 2005 lalu. Namun, hingga kini belum nampak titik terang untuk merealisasikan keinginan itu.
(esn)