Senjata kimia Suriah dimusnahkan 1 Maret 2014
Selasa, 04 Februari 2014 - 14:36 WIB
Senjata kimia Suriah dimusnahkan 1 Maret 2014
A
A
A
Sindonews.com - Suriah siap untuk mengirim bahan-bahan beracun untuk senjata kimia dari negara itu pada bulan ini. Sedangkan pemusnahan senjata kimia akan berlangsung pada 1 Maret 2014.
Jaminan itu disampaikan sekutu Suriah, yakni Rusia. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov, pada Selasa (4/2/2014), mengatakan, Pemerintah Suriah siap memusnahkan senjata kimia sesuai kesepakatan yang dibuat Amerika Serikat dan Rusia untuk menghindari agresi militer AS terhadap Suriah.
”Secara harfiah, kemarin Pemerintah Suriah mengumumkan bahwa pengiriman besar zat-zat kimia beracun direncanakan Februari ini. Mereka siap untuk menyelesaikan proses ini pada 1 Maret 2014,” kata Gatilov kepada kantor berita milik pemerintah Rusia, RIA Novosti.
Sebelumnya, para pejabaat AS menuduh Pemerintah rezim Bashar al-Assad telah mengingkari kesepakatan, setelah pemusnahan senjata kimi melewati batas waktu yang ditentukan. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, bahkan menekan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, agarAssad mempercepat proses pemusnahan senjata kimianya.
Pemerintah Rusia mengklaim, pemusnahan senjata kimia yang melewati batas waktu itu, karena masalah logistik dan keamanan. ”Adapun masalah waktu, pada prinsipnya semuanya berjalan. Memang benad ada kesulitan untuk menjamin keamanan dalam proses ini,” kata Gatilov.
Jaminan itu disampaikan sekutu Suriah, yakni Rusia. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov, pada Selasa (4/2/2014), mengatakan, Pemerintah Suriah siap memusnahkan senjata kimia sesuai kesepakatan yang dibuat Amerika Serikat dan Rusia untuk menghindari agresi militer AS terhadap Suriah.
”Secara harfiah, kemarin Pemerintah Suriah mengumumkan bahwa pengiriman besar zat-zat kimia beracun direncanakan Februari ini. Mereka siap untuk menyelesaikan proses ini pada 1 Maret 2014,” kata Gatilov kepada kantor berita milik pemerintah Rusia, RIA Novosti.
Sebelumnya, para pejabaat AS menuduh Pemerintah rezim Bashar al-Assad telah mengingkari kesepakatan, setelah pemusnahan senjata kimi melewati batas waktu yang ditentukan. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, bahkan menekan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, agarAssad mempercepat proses pemusnahan senjata kimianya.
Pemerintah Rusia mengklaim, pemusnahan senjata kimia yang melewati batas waktu itu, karena masalah logistik dan keamanan. ”Adapun masalah waktu, pada prinsipnya semuanya berjalan. Memang benad ada kesulitan untuk menjamin keamanan dalam proses ini,” kata Gatilov.
(mas)