PM Libya ancam kirim pasukan ke pelabuhan timur
Selasa, 04 Februari 2014 - 01:49 WIB
PM Libya ancam kirim pasukan ke pelabuhan timur
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan, pada Senin (3/2/2014), telah meningkatkan tekanan terhadap para demonstran yang memblokir tiga pelabuhan utama di timur negara itu. Zeidan mengancam akan mengirim pasukan ke wilayah itu.
Seperti dilaporkan Reuters, Zeidan telah berulang kali memperingatkan, bahwa ia mungkin akan menggunakan kekuatan untuk membebaskan tiga pelabuhan utama yang diduduki pengunjuk rasa. Para demonstran ini menuntut otonomi lebih di wilayah mereka.
Aksi pemblokiran tiga pelabuhan, yakni Ras Lanuf, Es Sider, dan Zuetina ini telah mengurangi kapasitas ekspor sebesar 600 ribu barel minyak per hari sejak musim panas lalu.
"Minggu lalu kami telah memeritahkan Menteri Pertahanan untuk memberikan instruksi kepada Kepala Staf agar bergerak menuju pelabuhan timur yang diduduki," kata Zeidan dalam konferensi pers. "Sekarang, keputusan ada di tangan komando tentara,” lanjutnya.
Zeidan tak menjelaskan lebih lanjut kapan pasukan Pemerintah Libya akan dikirim untuk membebaskan tiga pelabuhan itu dari demonstran bersenjata yang dipimpin oleh Ibrahim al-Jathran, mantan pemberontak yang berperang melawan diktator Moammar Khaddafi dalam pemberontakan Libya.
Seperti dilaporkan Reuters, Zeidan telah berulang kali memperingatkan, bahwa ia mungkin akan menggunakan kekuatan untuk membebaskan tiga pelabuhan utama yang diduduki pengunjuk rasa. Para demonstran ini menuntut otonomi lebih di wilayah mereka.
Aksi pemblokiran tiga pelabuhan, yakni Ras Lanuf, Es Sider, dan Zuetina ini telah mengurangi kapasitas ekspor sebesar 600 ribu barel minyak per hari sejak musim panas lalu.
"Minggu lalu kami telah memeritahkan Menteri Pertahanan untuk memberikan instruksi kepada Kepala Staf agar bergerak menuju pelabuhan timur yang diduduki," kata Zeidan dalam konferensi pers. "Sekarang, keputusan ada di tangan komando tentara,” lanjutnya.
Zeidan tak menjelaskan lebih lanjut kapan pasukan Pemerintah Libya akan dikirim untuk membebaskan tiga pelabuhan itu dari demonstran bersenjata yang dipimpin oleh Ibrahim al-Jathran, mantan pemberontak yang berperang melawan diktator Moammar Khaddafi dalam pemberontakan Libya.
(esn)