Serang sopir, Justin Bieber menyerah pada polisi Kanada
Kamis, 30 Januari 2014 - 08:58 WIB
Serang sopir, Justin Bieber menyerah pada polisi Kanada
A
A
A
Sindonews.com- Bintang pop, Justin Bieber, 19, menyerahkan diri ke kantor polisi Toronto, Kanada, setelah dilaporkan menyerang seorang sopir limusin. Ini yang kedua kalinya penyanyi itu terjerat hukum hanya dalam tempo beberapa pekan.
Bieber sebelumnya ditangkap di Miami, Amerika Serikat (AS) karena mengemudikan mobil balap di bawah pengaruh alkohol dan ganja. Dia yang juga menggunakan obat-obatan saat ditangkap, sempat ditahan. Namun akhirnya dibebaskan dengan uang jaminan.
Kasus penyerangan terhadap sopir yang dilakukan Bieber, terjadi Desember 2013 lalu. Tapi, dia baru menyerahkan diri Rabu malam atau Kamis (30/1/2014) WIB.
Stasiun televisi Kanada, CTV, menayangkan, penyanyi itu masuk ke kantor polisi di tengah kerumunan banyak orang. Polisi Toronto, belum memberikan konfirmasi soal menyerahnya Bieber.
”Petugas jaga Divisi 52 dan Polisi Toronto belum dapat mengkonfirmasi laporan apa pun tentang Justin Bieber, jadi jangan repot-repot menelpon (untuk konfirmasi),” kata pihak Kepolisian Toronto dalam akun Twitter-nya.
Sebelumnya, lebih dari 100 ribu warga di AS menadatangani petisi yang berisi desakan kepada Pemerintah AS agar Justin Bieber dideportasi dari AS ke negara asalnya, Kanada. Namun, pihak Gedung Putih belum merespon petisi warga AS tersebut.
Bieber sebelumnya ditangkap di Miami, Amerika Serikat (AS) karena mengemudikan mobil balap di bawah pengaruh alkohol dan ganja. Dia yang juga menggunakan obat-obatan saat ditangkap, sempat ditahan. Namun akhirnya dibebaskan dengan uang jaminan.
Kasus penyerangan terhadap sopir yang dilakukan Bieber, terjadi Desember 2013 lalu. Tapi, dia baru menyerahkan diri Rabu malam atau Kamis (30/1/2014) WIB.
Stasiun televisi Kanada, CTV, menayangkan, penyanyi itu masuk ke kantor polisi di tengah kerumunan banyak orang. Polisi Toronto, belum memberikan konfirmasi soal menyerahnya Bieber.
”Petugas jaga Divisi 52 dan Polisi Toronto belum dapat mengkonfirmasi laporan apa pun tentang Justin Bieber, jadi jangan repot-repot menelpon (untuk konfirmasi),” kata pihak Kepolisian Toronto dalam akun Twitter-nya.
Sebelumnya, lebih dari 100 ribu warga di AS menadatangani petisi yang berisi desakan kepada Pemerintah AS agar Justin Bieber dideportasi dari AS ke negara asalnya, Kanada. Namun, pihak Gedung Putih belum merespon petisi warga AS tersebut.
(mas)