PBB desak rezim Suriah percepat penghapusan senjata kimia
Rabu, 29 Januari 2014 - 21:01 WIB
PBB desak rezim Suriah percepat penghapusan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Sekjen PBB, Ban Ki-moon, menyatakan keprihatinannya kepada Pemerintah Suriah yang tak bisa menepati jadwal penghapusan senjata kimia. Menurut Ki-moon, Damaskus harus meningkatkan upaya untuk mempercepat proses penghancuran senjata kimia.
Keprihatinan Ki-moon ini terungkap dalam sebuah surat yang dikirimkan ke Dewan Keamanan PBB, Selasa (28/1/2014). Dalam surat itu, ia menyadari "situasi keamanan yang mudah menguap", yang dihadapi oleh pemerintah Suriah.
Pada 7 Januari, senjata kimia yang diprioritaskan telah dipindahkan ke Pelabuhan Latakia, di mana mereka diproses dan dimuat ke kapal kargo Denmark yang kemudian meninggalkan pelabuhan dan dikawal oleh sejumlah kapal milik negara-negara anggota PBB.
"Sejak saat itu belum ada gerakan lebih lanjut dari proses penghancuran bahan dan senjata kimia. Kapal itu tetap diposisikan di luar perairan teritorial Suriah, sambil menunggu bahan senjata kimia dari situs penyimpanan untuk tiba di pelabuhan Latakia," kata Ki-moon.
"Saya prihatin, bahwa belum ada gerakan lain, mengingat batas waktu 31 Desember untuk menghilangkan semua bahan senjata kimia utama telah terlampaui dan batas waktu 5 Februari untuk memusnahkan bahan kimia lainnya sudah dekat," lanjutnya.
"Saat ini, operasi untuk menghancurkan senjata kimia Suriah telah terlambat dari jadwal. Saya sudah berbicara dengan Republik Arab Suriah (SAR) dan negara-negara anggota lain yang berkepentingan untuk mengungkapkan keprihatinan saya mengenai keterlambatan ini," jelas Ki-moon.
Keprihatinan Ki-moon ini terungkap dalam sebuah surat yang dikirimkan ke Dewan Keamanan PBB, Selasa (28/1/2014). Dalam surat itu, ia menyadari "situasi keamanan yang mudah menguap", yang dihadapi oleh pemerintah Suriah.
Pada 7 Januari, senjata kimia yang diprioritaskan telah dipindahkan ke Pelabuhan Latakia, di mana mereka diproses dan dimuat ke kapal kargo Denmark yang kemudian meninggalkan pelabuhan dan dikawal oleh sejumlah kapal milik negara-negara anggota PBB.
"Sejak saat itu belum ada gerakan lebih lanjut dari proses penghancuran bahan dan senjata kimia. Kapal itu tetap diposisikan di luar perairan teritorial Suriah, sambil menunggu bahan senjata kimia dari situs penyimpanan untuk tiba di pelabuhan Latakia," kata Ki-moon.
"Saya prihatin, bahwa belum ada gerakan lain, mengingat batas waktu 31 Desember untuk menghilangkan semua bahan senjata kimia utama telah terlampaui dan batas waktu 5 Februari untuk memusnahkan bahan kimia lainnya sudah dekat," lanjutnya.
"Saat ini, operasi untuk menghancurkan senjata kimia Suriah telah terlambat dari jadwal. Saya sudah berbicara dengan Republik Arab Suriah (SAR) dan negara-negara anggota lain yang berkepentingan untuk mengungkapkan keprihatinan saya mengenai keterlambatan ini," jelas Ki-moon.
(esn)