AS kembali peringatkan Afghanistan soal pembebasan tahanan
Selasa, 28 Januari 2014 - 03:53 WIB
AS kembali peringatkan Afghanistan soal pembebasan tahanan
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) memperingatkan Pemerintah Afghanistan soal pembebasan tahanan. Menurut AS, para tahanan itu adalah individu berbahaya yang harus diadili.
Menurut Kolonel Steve Warren, seorang juru bicara Pentagon, beberapa tahanan diduga terkait dengan serangan bom rakitan. Sementara tahanan lain diduga telah melakukan serangan terhadap warga Afghanistan atau tentara asing.
"Ini adalah orang jahat. Ini adalah individu dengan darah di tangan mereka. Baik darah pasukan AS, koalisi, dan Afghanistan ada di tangan mereka,” kata Warren kepada wartawan di Pentagon, seperti dikutip dari Reuters.
Warren mengatakan, Pemerintah AS telah secara resmi menolak pembebasan 37 tahanan, bagian dari kelompok yang lebih besar, yang terdiri dari 88 tahanan yang saat ini sedang berada dalam proses pembebasan.
"Ada beberapa langkah lain yang diperlukan dari sistem Afghanistan sebelum mereka benar-benar dibebaskan," lanjutnya. Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, juga mengaku khawatir jika para tahanan politik dibebaskan untuk alasan tertentu.
Menurut Kolonel Steve Warren, seorang juru bicara Pentagon, beberapa tahanan diduga terkait dengan serangan bom rakitan. Sementara tahanan lain diduga telah melakukan serangan terhadap warga Afghanistan atau tentara asing.
"Ini adalah orang jahat. Ini adalah individu dengan darah di tangan mereka. Baik darah pasukan AS, koalisi, dan Afghanistan ada di tangan mereka,” kata Warren kepada wartawan di Pentagon, seperti dikutip dari Reuters.
Warren mengatakan, Pemerintah AS telah secara resmi menolak pembebasan 37 tahanan, bagian dari kelompok yang lebih besar, yang terdiri dari 88 tahanan yang saat ini sedang berada dalam proses pembebasan.
"Ada beberapa langkah lain yang diperlukan dari sistem Afghanistan sebelum mereka benar-benar dibebaskan," lanjutnya. Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, juga mengaku khawatir jika para tahanan politik dibebaskan untuk alasan tertentu.
(esn)