Jerman desak semua pihak di Ukraina menahan diri
Senin, 27 Januari 2014 - 09:00 WIB
Jerman desak semua pihak di Ukraina menahan diri
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Jerman, Frank - Walter Steinmeier, pada Minggu (26/1/2014), mendesak Ukraina untuk menahan diri dari kekerasan dan mencapai solusi politik untuk menurunkan eskalasi kerusuhan.
"Gambar-gambar televisi setiap hari dari Kiev dan dari berbagai daerah di Ukraina menunjukkan bahwa situasi tidak hanya tegang, tapi benar-benar serius," kata Steinmeier, seperti dikutip dari Reuters. "Hari-hari mendatang bisa memutuskan jalur ke masa depan Ukraina," lanjutnya.
Steinmeier memperingatkan, bahwa jalan Ukraina ke masa depan harus ditentukan sendiri, dan jelas bukan jalan kekerasan. "Saya yakin, bahkan jika situasi ini sulit, bahwa solusi politik tetap mungkin dan harus dicari," katanya.
Menurutnya, perubahan politik di Ukraina baru-baru ini, yang membatasi hak-hak rakyat dan sejumlah pihak, harus dibalik atau setidaknya berubah. Ia menambahkan, bahwa Berlin telah melakukan kontak dengan pemerintah Ukraina, oposisi dan mitra Uni Eropa lainnya.
“Sebuah sidang Parlemen Ukraina pada Selasa (28/1/2014), akan menjadi kesempatan bagi kepemimpinan politik di Ukraina untuk menunjukkan bahwa mereka serius tentang tawaran untuk oposisi," katanya.
Ukraina menderita krisis terburuk sejak merdeka dari Uni Soviet pada 1991. Bentrokan antara demonstran dan polisi di Kiev telah menyebabkan sedikitnya tiga orang tewas. Protes pertama meletus ketika Presiden Ukraina Viktor Yanukovych menolak untuk menandatangani kesepakatan kunci dengan Uni Eropa pada November lalu, dan lebih memilih untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan Rusia.
"Gambar-gambar televisi setiap hari dari Kiev dan dari berbagai daerah di Ukraina menunjukkan bahwa situasi tidak hanya tegang, tapi benar-benar serius," kata Steinmeier, seperti dikutip dari Reuters. "Hari-hari mendatang bisa memutuskan jalur ke masa depan Ukraina," lanjutnya.
Steinmeier memperingatkan, bahwa jalan Ukraina ke masa depan harus ditentukan sendiri, dan jelas bukan jalan kekerasan. "Saya yakin, bahkan jika situasi ini sulit, bahwa solusi politik tetap mungkin dan harus dicari," katanya.
Menurutnya, perubahan politik di Ukraina baru-baru ini, yang membatasi hak-hak rakyat dan sejumlah pihak, harus dibalik atau setidaknya berubah. Ia menambahkan, bahwa Berlin telah melakukan kontak dengan pemerintah Ukraina, oposisi dan mitra Uni Eropa lainnya.
“Sebuah sidang Parlemen Ukraina pada Selasa (28/1/2014), akan menjadi kesempatan bagi kepemimpinan politik di Ukraina untuk menunjukkan bahwa mereka serius tentang tawaran untuk oposisi," katanya.
Ukraina menderita krisis terburuk sejak merdeka dari Uni Soviet pada 1991. Bentrokan antara demonstran dan polisi di Kiev telah menyebabkan sedikitnya tiga orang tewas. Protes pertama meletus ketika Presiden Ukraina Viktor Yanukovych menolak untuk menandatangani kesepakatan kunci dengan Uni Eropa pada November lalu, dan lebih memilih untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan Rusia.
(esn)