Banjir rendam Mindanao, 20 orang tewas
Selasa, 14 Januari 2014 - 16:07 WIB
Banjir rendam Mindanao, 20 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 20 orang tewas dan hampir 200 ribu lainnya dievakuasi, setelah banjir dan tanah longsor melanda kawasan Minadanao, Filipina Selatan.
Banjir besar itu bencana baru yang pertama, setelah topan Haiyan meluluh lantakkan kawasan Filipina dengan korban tewas mencapai ribuan orang.
Bencana banjir dan tanah longsor itu dipicu hujan deras wilayah timur Mindanao pada akhir pekan lalu. ”Sungai utama meluap, menyebabkan beberapa orang tenggelam, padahal pemerintah sedang memulihkan kondisi akibat terjangan topan 2012 silam,” kata pejabatpertahanan sipil Filipina, Franz Irag, kepada AFP, Selasa (14/1/2014).
”Banyak korban tidak berhasil untuk membangun rumah mereka. Sehingga tetap tinggal di pengungsian sementara saat banjir terbaru menerjang,” lanjut Irag.
Banjir besar Mindanao terjadi, di tengah upaya rehabilitasi internasional untuk daerah-daerah yang hancur akibat topan Haiyan pada November 2013 lalu. Setidaknya 7.986 orang tewas dan hilang akibat terjangan topan terkuat di dunia itu.
Menurut data di Pemerintah Filipina, rata-rata 20 topan dan badai menerjang Filipina saban tahun. Namun, dalam tiga tahun terakhir, topan yang menerjang Filipina tergolong berskala besar.
Banjir besar itu bencana baru yang pertama, setelah topan Haiyan meluluh lantakkan kawasan Filipina dengan korban tewas mencapai ribuan orang.
Bencana banjir dan tanah longsor itu dipicu hujan deras wilayah timur Mindanao pada akhir pekan lalu. ”Sungai utama meluap, menyebabkan beberapa orang tenggelam, padahal pemerintah sedang memulihkan kondisi akibat terjangan topan 2012 silam,” kata pejabatpertahanan sipil Filipina, Franz Irag, kepada AFP, Selasa (14/1/2014).
”Banyak korban tidak berhasil untuk membangun rumah mereka. Sehingga tetap tinggal di pengungsian sementara saat banjir terbaru menerjang,” lanjut Irag.
Banjir besar Mindanao terjadi, di tengah upaya rehabilitasi internasional untuk daerah-daerah yang hancur akibat topan Haiyan pada November 2013 lalu. Setidaknya 7.986 orang tewas dan hilang akibat terjangan topan terkuat di dunia itu.
Menurut data di Pemerintah Filipina, rata-rata 20 topan dan badai menerjang Filipina saban tahun. Namun, dalam tiga tahun terakhir, topan yang menerjang Filipina tergolong berskala besar.
(mas)