Oposisi: Tak ada masa depan Assad di Suriah
Senin, 13 Januari 2014 - 14:22 WIB
Oposisi: Tak ada masa depan Assad di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok oposisi atau pemberontak Suriah dan pendukung asingnya (Friends of Suriah) menggelar pertemuan, kemarin. Mereka mengatakan, tidak ada tempat lagi di Suriah untuk Presiden Bashar al-Assad dan keluarganya.
“Kita semua setuju, bahwa tidak ada masa depan bagi Bashar al - Assad dan keluarganya di Suriah,” kata Ahmad Jarba, pemimpin Koalisi Oposisi Nasional Suriah.”Kepergiannya (dari Suriah) tidak bisa dihindari,” katanya lagi, seperti dikutip media Timur Tengah, Emirates247, Senin (13/1/2014).
”Kami berada di persimpangan jalan hari ini, dalam rangka mengambil keputusan internasional mengenai nasib revolusi Suriah,” lanjut Jarba.”Kami telah melewati tonggak dalam perjalanan ke sebuah akhir dari rezim (Assad).”
Namun Jarba tidak mengumumkan, apakah oposisi akan mengambil bagian dalam pembicaraan damai dengan rezim Assad, dalam Konferensi Jenewa II di Swiss, 22 Januari 2014 mendatang.
Sejumlah negara asing yang pro-oposisi, seperti Jerman dan Perancis ikut ambil bagian dalam pertemuan itu. Menteri Luar Neger Jerman, Frank-Walter Steinemeier, mengatakan, oposisi berulang kali mengatakan tidak akan ikut konferensi jika tujuannya untuk melengserkan Assad gagal.
“Saya harap, kami dapat meyakinkan mereka,” ucapnya. Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, menambahkan, oposisi belum pasti akan ikut Konferensi Jenewa II di Montreux, Swiss.
”Hal ini penting itu, membuat Konferensi Jenewa II dan berhasil,” kata Fabius. ”Itu, satu-satunya solusi untuk mengakhiri tragedi Suriah. Sebuah solusi politik.”
“Kita semua setuju, bahwa tidak ada masa depan bagi Bashar al - Assad dan keluarganya di Suriah,” kata Ahmad Jarba, pemimpin Koalisi Oposisi Nasional Suriah.”Kepergiannya (dari Suriah) tidak bisa dihindari,” katanya lagi, seperti dikutip media Timur Tengah, Emirates247, Senin (13/1/2014).
”Kami berada di persimpangan jalan hari ini, dalam rangka mengambil keputusan internasional mengenai nasib revolusi Suriah,” lanjut Jarba.”Kami telah melewati tonggak dalam perjalanan ke sebuah akhir dari rezim (Assad).”
Namun Jarba tidak mengumumkan, apakah oposisi akan mengambil bagian dalam pembicaraan damai dengan rezim Assad, dalam Konferensi Jenewa II di Swiss, 22 Januari 2014 mendatang.
Sejumlah negara asing yang pro-oposisi, seperti Jerman dan Perancis ikut ambil bagian dalam pertemuan itu. Menteri Luar Neger Jerman, Frank-Walter Steinemeier, mengatakan, oposisi berulang kali mengatakan tidak akan ikut konferensi jika tujuannya untuk melengserkan Assad gagal.
“Saya harap, kami dapat meyakinkan mereka,” ucapnya. Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, menambahkan, oposisi belum pasti akan ikut Konferensi Jenewa II di Montreux, Swiss.
”Hal ini penting itu, membuat Konferensi Jenewa II dan berhasil,” kata Fabius. ”Itu, satu-satunya solusi untuk mengakhiri tragedi Suriah. Sebuah solusi politik.”
(mas)