India kejar kompensasi dari AS atas pembajakan 27 tahun lalu

Rabu, 25 Desember 2013 - 18:31 WIB
India kejar kompensasi...
India kejar kompensasi dari AS atas pembajakan 27 tahun lalu
A A A
Sindonews.com – India akan menuntut kompensasi dari Amerika Serikat (AS) untuk 12 warga negara India yang tewas dalam pembajakan pesawat Pan Am 73 di Pakistan, lebih dari 27 tahun yang lalu. Demikian dilaporkan Times of India, Rabu (25/12/2013).

Menurut laporan Times of India, 12 warga India berada di dalam penerbangan milik maskapai AS itu ketika teroris dari Organisasi Abu Nidal (ANO) membajak pesawat tersebut pada 1986 silam. Pada 2008, otoritas Libya telah membayar kompensasi sebesar USD1,5 miliar kepada AS.

Namun, meski dana itu tidak berasal dari pembayar pajak AS, Washington memutuskan untuk hanya memberi kompensasi kepada penumpang AS dan tidak bagi warga India dan orang-orang dari negara lain.

“Para keluarga korban India telah mendesak Pemerintah India untuk membahas masalah ini dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry. Presiden Barack Obama mengatakan kru India di penerbangan itu menyelamatkan nyawa orang Amerika, namun Washington memilih untuk melakukan "diskriminasi" terhadap warga India,” sebut laporan Times of India.

Awal bulan ini, AS telah merilis daftar nama keluarga korban yang bisa mengklaim kompensasi, tapi tidak mencakup korban dari India.

"Para awak kabin yang semuanya warga India menyelamatkan nyawa 41 warga AS di atas pesawat dengan menyembunyikan paspor mereka dari para pembajak, dengan risiko hidup mereka sendiri. Mereka ini sepenuhnya mengetahui bahwa teroris akan segera membunuh mereka, karena sasaran utama pembajak adalah warga AS,” jelas sebuah sumber kepada Times of India.

Pesawat dengan 360 penumpang dibajak pada 5 September 1986 di Bandara Karachi, Pakistan, oleh empat orang bersenjata dari ANO. Pembajakan dilakukan setelah pesawat itu tiba dari Bandara Internasional Sahar di Mumbai dan sedang bersiap-siap untuk berangkat Bandara Internasional Jinnah di Karachi, untuk kemudian terbang Frankfurt Airport dalam perjalanan ke New York.

Motivasi untuk pembajakan adalah untuk menyerang Kementerian Pertahanan Israel dengan menggunakan pesawat sebagai rudal. Tapi, pembajakan itu berakhir setelah 17 jam. Para teroris melemparkan granat dan menembaki penumpang.

Sekitar 20 penumpang tewas dalam pembajakan ini. Di antara para korban, 12 berasal dari India dan sisanya dari AS, Pakistan, dan Meksiko. Semua pembajak ditangkap dan dijatuhi hukuman mati di Pakistan, namun kemudian mendapat keringanan menjadi penjara seumur hidup.
(esn)
Berita Terkait
Menteri Digital ASEAN...
Menteri Digital ASEAN Sepakati Kerangka Kerja Sama dengan Tiga Mitra
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Amerika Serikat dan India, Beda Jauh?
S-400 Rusia telah Dikirim...
S-400 Rusia telah Dikirim ke India, Amerika Serikat Marah-marah
Kisah Muslim Amerika...
Kisah Muslim Amerika Serikat Prof Sohail Humayun Hashmi Mengajarkan Islam di Rumah
Negara Pendiri BRICS...
Negara Pendiri BRICS yang Mulai Ragu Tinggalkan Dolar AS, Salah Satunya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
2 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
3 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
4 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
5 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
6 jam yang lalu
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
7 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved