Assad pakai bom barel, oposisi ancam boikot perundingan
Selasa, 24 Desember 2013 - 13:30 WIB
Assad pakai bom barel, oposisi ancam boikot perundingan
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok oposisi atau pemberontak Suriah memprotes serangan besar-besaran selama sembilan hari yang dilakukan pasukan Presiden Bashar al-Assad di Kota Aleppo. Serangan yang dilakukan dengan bom barel tanpa henti itu, telah menewaskan lebih dari 330 orang.
Oposisi pun mengancam akan memboikot perundingan damai dengan kubu Assad yang dijadwalkan digelar 22 Januari 2014 di Jenewa.
Kelompok Oposisi Koalisi Nasional Suriah, juga menyerukan kepada negara-negara Barat untuk memberlakukan zona larangan terbang guna menghentikan serangan pasukan Assad.
Menurut mereka, serangan besar-besaran itu telah menciptakan bencana kemanusiaan dan memicu ekstremisme. ”Jika rezim Assad melakukan pemboman untuk memusnahkan rakyat Suriah secara terus-menerus, maka koalisi tidak akan pergi ke (pembicaraan damai yang dijadwalkan di) Jenewa,” kata Sekretaris Jenderal Oposisi Koalisi Nasional Suriah, Badr Jamous, seperti dikutip Sky News, Selasa (23/12/2013).
Dia mengatakan, Presiden Oposisi Koalisi Nasional Suriah, Ahmad Jarba, telah memberitahu perihal serangan besar-besaran itu kepada Menteri Luar Negeri Inggris dan Perancis.
”Jika negara-negara itu tidak dapat memberikan tekanan pada rezim (Assad) untuk menghentikan operasi ini dari kehancuran, bagaimana mereka akan menekan rezim di (Konferensi) Jenewa 2 untuk meraih solusi politik?,” ujar Jamous.
Oposisi pun mengancam akan memboikot perundingan damai dengan kubu Assad yang dijadwalkan digelar 22 Januari 2014 di Jenewa.
Kelompok Oposisi Koalisi Nasional Suriah, juga menyerukan kepada negara-negara Barat untuk memberlakukan zona larangan terbang guna menghentikan serangan pasukan Assad.
Menurut mereka, serangan besar-besaran itu telah menciptakan bencana kemanusiaan dan memicu ekstremisme. ”Jika rezim Assad melakukan pemboman untuk memusnahkan rakyat Suriah secara terus-menerus, maka koalisi tidak akan pergi ke (pembicaraan damai yang dijadwalkan di) Jenewa,” kata Sekretaris Jenderal Oposisi Koalisi Nasional Suriah, Badr Jamous, seperti dikutip Sky News, Selasa (23/12/2013).
Dia mengatakan, Presiden Oposisi Koalisi Nasional Suriah, Ahmad Jarba, telah memberitahu perihal serangan besar-besaran itu kepada Menteri Luar Negeri Inggris dan Perancis.
”Jika negara-negara itu tidak dapat memberikan tekanan pada rezim (Assad) untuk menghentikan operasi ini dari kehancuran, bagaimana mereka akan menekan rezim di (Konferensi) Jenewa 2 untuk meraih solusi politik?,” ujar Jamous.
(mas)