Rezim Suriah dituduh habisi dokter Inggris di penjara
Rabu, 18 Desember 2013 - 10:43 WIB
Rezim Suriah dituduh habisi dokter Inggris di penjara
A
A
A
Sindonews.com – Otoritas Inggris menyatakan, seorang ahli bedah yang ditahan di sebuah penjara di Suriah karena bekerja sebagai relawan tewas. Mereka menuduh, aparat rezim Suriah membunuh dokter Inggris itu.
Korban bernama Abbas Khan. Dia adalah seorang ahli bedah ortopedi berusia 32 tahun asal London, Inggris. Dia pergi ke Aleppo sejak tahun lalu untuk menjalankan misi kemanusiaan. Tapi dia ditangkap aparat rezim Pemerintah Presiden Bashar al-Assad.
Keluarga korban, mengatakan, dokter itu tewas di tahanan, hanya beberapa hari sebelum muncul jadwal pembebasan dirinya.
Para pejabat Suriah mengatakan, Khan tewas karena bunuh diri. Namun, pejabat di Kantor Luar Negeri Inggris, Hugh Robertson, mengatakan rezim Assad bertanggung jawab atas kematian dokter Inggris itu.
”Tidak ada alasan apapun, bahwa otoritas Suriah membunuh seorang warga Inggris yang masuk ke negara mereka untuk membantu orang yang terluka akibat perang sipil,” kata Robertson kepada BBC.
Keluarga Khan kaget mendengar kabar kematian itu. Pasalnya, Otoritas Suriah telah berjanji untuk membebaskannya minggu ini. ”Kami sangat senang, kami mulai mendekorasi (rumah) dan mempersiapkan penyambutannya,” kata Sara Khan, adik korban kepada Sky News, Rabu (18/12/2013).
”Otortitas Suriah menyebutnya kasus bunuh diri. Sebuah pernyataan yang dirilis dengan cerita konyol. Bagaiamana mungkin kakak saya bunuh diri,” kecam Sara.
Korban bernama Abbas Khan. Dia adalah seorang ahli bedah ortopedi berusia 32 tahun asal London, Inggris. Dia pergi ke Aleppo sejak tahun lalu untuk menjalankan misi kemanusiaan. Tapi dia ditangkap aparat rezim Pemerintah Presiden Bashar al-Assad.
Keluarga korban, mengatakan, dokter itu tewas di tahanan, hanya beberapa hari sebelum muncul jadwal pembebasan dirinya.
Para pejabat Suriah mengatakan, Khan tewas karena bunuh diri. Namun, pejabat di Kantor Luar Negeri Inggris, Hugh Robertson, mengatakan rezim Assad bertanggung jawab atas kematian dokter Inggris itu.
”Tidak ada alasan apapun, bahwa otoritas Suriah membunuh seorang warga Inggris yang masuk ke negara mereka untuk membantu orang yang terluka akibat perang sipil,” kata Robertson kepada BBC.
Keluarga Khan kaget mendengar kabar kematian itu. Pasalnya, Otoritas Suriah telah berjanji untuk membebaskannya minggu ini. ”Kami sangat senang, kami mulai mendekorasi (rumah) dan mempersiapkan penyambutannya,” kata Sara Khan, adik korban kepada Sky News, Rabu (18/12/2013).
”Otortitas Suriah menyebutnya kasus bunuh diri. Sebuah pernyataan yang dirilis dengan cerita konyol. Bagaiamana mungkin kakak saya bunuh diri,” kecam Sara.
(mas)