Korut lakukan teror & pembersihan besar-besaran
Selasa, 10 Desember 2013 - 13:58 WIB
Korut lakukan teror & pembersihan besar-besaran
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, pada Selasa (10/12/2013) mengatakan, Pemerintah Korea Utara (Korut) sedang menjalankan pemerintahan teror. Dia juga menuding Korut melakukan pembersihan besar-besaran untuk memperkuat posisi pemimpin Korut, Kim Jong Un.
Presiden Park mencontohkan, awal tahun ini, Korut melakukan uji coba nuklirnya yang ketiga. Tindakan itu, membuat marah publik dunia, dan mengancam untuk melenyapkan negara tetanggnya, Korsel dan sekutu Korsel, Amerika Serikat.
”Korut sedang melakukan teror, dan melakukan pembersihan besar-besaran dalam rangka memperkuat posisi Kim Jong Un,” kata Park, dalam rapat kabinet yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi Korsel.
”Mulai sekarang, hubungan Korsel dan Korut dapat berubah menjadi lebih tidak stabil,” lanjut Park, yang menyerukan kabinetnya waspada. ”Pada saat seperti ini, saya pikir itu adalah tugas bangsa dan pekerjaan politisi untuk menjaga tokoh-tokoh demokrasi yang aman dan bebas.”
Sebelumnya, media Pemerintah Korut mengkonfirmasi pemecatan paman Kim Jong Un, Jang Song Thaek dari Wakil Ketua Komisi Pertahanan Korut. Alasan pemecatan Jang, karena dia dituduhh tindakan kriminal, salah satunya korupsi.
”Jang dan para pengikutnya melakukan tindak pidana yang membingungkan. Mereka melakukan kerusakan yang luar biasa terhadap partai kami dan revolusi kami,” tulis KCNA.
Paman kim Jong Un itu, kini berada di tahanan. Dia akan dituntut atas tindakan kriminal yang dituduhkan. Namun, media Pemerintah Korut itu tidak mengkonfirmasi pembelotan para ajudan Jang yang meminta suaka kepada Korsel.
Presiden Park mencontohkan, awal tahun ini, Korut melakukan uji coba nuklirnya yang ketiga. Tindakan itu, membuat marah publik dunia, dan mengancam untuk melenyapkan negara tetanggnya, Korsel dan sekutu Korsel, Amerika Serikat.
”Korut sedang melakukan teror, dan melakukan pembersihan besar-besaran dalam rangka memperkuat posisi Kim Jong Un,” kata Park, dalam rapat kabinet yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi Korsel.
”Mulai sekarang, hubungan Korsel dan Korut dapat berubah menjadi lebih tidak stabil,” lanjut Park, yang menyerukan kabinetnya waspada. ”Pada saat seperti ini, saya pikir itu adalah tugas bangsa dan pekerjaan politisi untuk menjaga tokoh-tokoh demokrasi yang aman dan bebas.”
Sebelumnya, media Pemerintah Korut mengkonfirmasi pemecatan paman Kim Jong Un, Jang Song Thaek dari Wakil Ketua Komisi Pertahanan Korut. Alasan pemecatan Jang, karena dia dituduhh tindakan kriminal, salah satunya korupsi.
”Jang dan para pengikutnya melakukan tindak pidana yang membingungkan. Mereka melakukan kerusakan yang luar biasa terhadap partai kami dan revolusi kami,” tulis KCNA.
Paman kim Jong Un itu, kini berada di tahanan. Dia akan dituntut atas tindakan kriminal yang dituduhkan. Namun, media Pemerintah Korut itu tidak mengkonfirmasi pembelotan para ajudan Jang yang meminta suaka kepada Korsel.
(mas)