Sangkal Arafat diracun, argumen ilmuwan Perancis lemah

Jum'at, 06 Desember 2013 - 15:35 WIB
Sangkal Arafat diracun,...
Sangkal Arafat diracun, argumen ilmuwan Perancis lemah
A A A
Sindonews.com –Tim ilmuwan Swiss yang memeriksa sampel dari tubuh mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat, menyebut argumen tim ilmuwan Perancis lemah. Para ilmuwan forensik Perancis dengan laporan empat halaman menyimpulkan kematian Arafat tahun 2004 bukan karena diracun polonium 210.

Kesimpulan tim Perancis itu dianggap janggal tak hanya oleh janda mendiang Yasser Arafat, Suha Arafat, tapi juga oleh tim ilmuwan Swiss. Francois Bochud, direktur lembaga fisika radiasi di Rumah Sakit Universitas Lausanne (CHUV) yang membantu tim Swiss menggali jenazah Arafat setahun lalu, mengatakan, metode penelitian yang dilakukan tim Perancis mirip dengan yang dilakukan tim Swiss.

”Pengukuran dasarnya sama dengan tim Perancis. Ketika kita mencoba untuk menjelaskan asal-usul apa yang kita amati, kami tiba pada kesimpulan yang berbeda karena kami melangkah lebih jauh,” kata Bochud Reuters yang dirilis Jumat (6/12/2013).

”Kami berada dalam perjanjian, kecuali tim Perancis mengatakan polonium diendapkan oleh radon, tetapi argumen mereka itu sangat lemah,” kata Bochud lagi.

Sementara itu, para ilmuwan Rusia yang ikut meneliti belum mempublikasikan hasilnya. Namun, penyidik Palestina mengklaim mengutip laporan tim Rusia, bahwa kesimpulan mereka mendukung teori bahwa kematian Arafat karena diracun.

Arafat, yang menandatangani perjanjian damai sementara dengan Israel pada 1993 atau dikenal perjanjian Oslo 1993, meninggal pada usia 75 di sebuah rumah sakit Perancis pada bulan November 2004. Kematiannya terjadi empat minggu setelah ia jatuh sakit setelah makan, menderita muntah dan sakit perut.

Penyebab resmi kematian adalah stroke, tetapi dokter Perancis mengatakan pada saat itu, bahwa mereka tidak dapat menentukan asal penyakitnya. Juga tidak ada otopsi yang dilakukan.
(mas)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
29 menit yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
1 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
4 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
5 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
6 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
7 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Ungkap Aktivitas...
Ilmuwan Ungkap Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved