Pekan depan, Iran akan kembali berunding dengan P5+1
Selasa, 03 Desember 2013 - 23:19 WIB
Pekan depan, Iran akan kembali berunding dengan P5+1
A
A
A
Sindonews.com – Iran akan mengadakan putaran perundingan baru dengan negara-negara kekuatan dunia yang tergabung dalam P5+1. Demikian dinyatakan Kementerian Luar Negeri Iran, Selasa (3/12/2013).
"Pembicaraan tingkat ahli antara Iran dan P5+1 akan diselenggarakan di Wina, Austria, pada 9 dan 10 Desember, dengan tujuan membuka jalan untuk melaksanakan rencana aksi bersama," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham, seperti dikutip dari AFP.
Menurutnya, perwakilan dari IAEA akan bergabung dalam perundingan antara Iran dengan Inggris, China, Perancis, Rusia, dan Amerika Serikat, plus Jerman. Wakil IAEA hadir sebagai "pengamat" untuk membantu memberi pemahaman yang lengkap dan tepat dari perjanjian tersebut.
“Akan turut hadir dalam pembicaraan itu perwakilan dari badan pengawas nuklir PBB (IAEA), yang bertugas mengawasi pelaksanaan kesepakatan,” lanjut Afkham.
Berdasarkan kesepakatan interim yang berlaku selama enam bulan, Iran sepakat untuk membatasi pengayaan uranium ke tingkat lima persen, yang dibutuhkan untuk bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir.
"Pembicaraan tingkat ahli antara Iran dan P5+1 akan diselenggarakan di Wina, Austria, pada 9 dan 10 Desember, dengan tujuan membuka jalan untuk melaksanakan rencana aksi bersama," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham, seperti dikutip dari AFP.
Menurutnya, perwakilan dari IAEA akan bergabung dalam perundingan antara Iran dengan Inggris, China, Perancis, Rusia, dan Amerika Serikat, plus Jerman. Wakil IAEA hadir sebagai "pengamat" untuk membantu memberi pemahaman yang lengkap dan tepat dari perjanjian tersebut.
“Akan turut hadir dalam pembicaraan itu perwakilan dari badan pengawas nuklir PBB (IAEA), yang bertugas mengawasi pelaksanaan kesepakatan,” lanjut Afkham.
Berdasarkan kesepakatan interim yang berlaku selama enam bulan, Iran sepakat untuk membatasi pengayaan uranium ke tingkat lima persen, yang dibutuhkan untuk bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir.
(esn)