PM Pakistan akan kunjungi Afghanistan untuk bahas perdamaian
Jum'at, 29 November 2013 - 22:54 WIB
PM Pakistan akan kunjungi Afghanistan untuk bahas perdamaian
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, akan mengunjungi Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Sabtu (30/11/2013), untuk membahas isu-isu bilateral dan situasi regional dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Demikian dinyatakan oleh Departemen Luar Negeri Pakistan pada Jumat (29/11/2013).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Aizaz Ahmad Chaudhry, mengatakan, agenda kunjungan akan mencakup spektrum yang luas dari hubungan bilateral, perdamaian, dan proses rekonsiliasi, serta kerjasama regional.
“Pakistan menekankan pentingnya tinggi untuk menjaga hubungan dengan Afghanistan. Dan, Sharif akan mengadakan pembicaraan luas dengan Presiden Karzai dan anggota Dewan Perdamaian Tinggi untuk membahas hubungan bilateral dan proses perdamaian setelah penarikan pasukan NATO,” jelas Chaudhry, seperti dikutip dari Xinhua.
Ini akan menjadi kunjungan pertama Sharif ke Afghanistan, sejak ia menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan pada Mei lalu. Sebelumnya, kedua pemimpin telah bertemu di London pada bulan lalu, dalam rangka pertemuan trilateral ke empat dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Aizaz Ahmad Chaudhry, mengatakan, agenda kunjungan akan mencakup spektrum yang luas dari hubungan bilateral, perdamaian, dan proses rekonsiliasi, serta kerjasama regional.
“Pakistan menekankan pentingnya tinggi untuk menjaga hubungan dengan Afghanistan. Dan, Sharif akan mengadakan pembicaraan luas dengan Presiden Karzai dan anggota Dewan Perdamaian Tinggi untuk membahas hubungan bilateral dan proses perdamaian setelah penarikan pasukan NATO,” jelas Chaudhry, seperti dikutip dari Xinhua.
Ini akan menjadi kunjungan pertama Sharif ke Afghanistan, sejak ia menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan pada Mei lalu. Sebelumnya, kedua pemimpin telah bertemu di London pada bulan lalu, dalam rangka pertemuan trilateral ke empat dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron.
(esn)