Kode etik spionase, syarat hubungan RI & Australia bisa normal

Kamis, 28 November 2013 - 09:28 WIB
Kode etik spionase,...
Kode etik spionase, syarat hubungan RI & Australia bisa normal
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Australia antusias untuk menggelar pembicaraan dengan Indonesia perihal kode etik etik spionase, seperti yang diusulkan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Kode etik spionase itu menjadi syarat mutlak, jika Australia ingin menormalkan hubungannya dengan Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri belum akan menormalkan hubungan dengan Australia, tanpa kode etik spionase tersebut.

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, pada Kamis (28/11/2013) mengatakan, pembicaraan masih dalam tahap awal. Namun, dia berharap pembicaraan kode etik spionase akan menjadi langkah awal untuk menormalkan hubungan Australia dengan Indonesia.

”Kami melakukannya dalam semangat kerjasama, itu adalah langkah yang sangat positif,” kata Julie Bishop kepada wartawan di Sydney, seperti dikutip Sky News.

Perdana Menteri Tony Abbott telah menyetujui usulan dari Indonesia untuk membahas kode etik spionase untuk memperbaiki hubungan dengan Indonesia yang telah retak.

Keretakan itu dipicu oleh bocoran dokumen whistleblower National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden perihal penyadapan ponsel Presiden Yudhoyono oleh intelijen Australia pada 2009. Selain ponsel Yudhoyono, sembilan tokoh dan pejabat juga menjadi target penyadapan.

Presiden Yudhoyono telah menegaskan, bahwa kesepakatan tentang kode etik harus ditandatangani oleh dia dan Abbott sebelum hubungan Indonesia dan Australia bisa dinormalkan.

Bishop senang Presiden Indonesia telah menanggapi positif surat balasan PM Abbott. Sebelumnya, Abbott berpendapat, pembahasan kode etik spionase itu bisa dilakukan dalam sebuah konferensi bersama. Dalam konferensi itu, kedua negara bisa saling terbuka satu sama lain.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
43 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved