Militan: Taliban tidak berperan di Kashmir
Senin, 25 November 2013 - 18:51 WIB
Militan: Taliban tidak berperan di Kashmir
A
A
A
Sindonews.com - Syed Salahuddin, ketua Serikat Jihad Council (UJC) yang merupakan campuran dari 13 militan memerangi kekuasaan Pemerintah India di Kashmir, mengatakan UJC tidak ada sangkut pautnya dengan Taliban, Senin (25/11/2013).
"Secara langsung kami tidak berkaitan dengan Taliban," ungkap Salahuddin saat diwawancarai di Muzaffarabad oleh Kashmir News Services (KNS), kantor berita yang berbasis di Srinagar.
"Kami tidak ingin Taliban datang ke Kashmir dan kehadian mereka paling dibutuhkan di Afghanistan," ungkap Salahudin.
Pengakuan Salahudi sekaligus membantah rumor yang berkembang bahwa Taliban berusaha merusak perlawanan yang kami lancarkan di Kashmir. Bantahan juga datang dari kepala kelompok separatis garis keras wanita Muslim, Dukhtaran-e-Millat ( Daughters of Faith ) Asiya Andrabi dalam sebuah wawancara dengan situs berita Kashmir Dispatch.
"Ketika Taliban Afghanistan atau Al-Qaeda datang ke Kashmir, kita harus mengingat bahwa tujuan utama dan agenda yang seharusnya menjadi milik," ungkap Andrabi.
"Kita harus berpikir bahwa saudara-saudara kita itu akan datang untuk membantu kita untuk membebaskan kita dari India," ujarnya.
"Tapi, kita tidak harus menyerahkan segalanya kepada mereka. Sebelum mereka masuk ke sini, harus ada diskusi dan memeprjelas siapa kita, bahwa harus tetap ada Islam di Kashmir agar tidak ada penyebarkan ideologi apapun," terang Andrabi.
Dua komentar tersebut datang jelang penarikan mundur seluruh pasukan AS di Afghanistan pada 2014 mendatang. Kabarnya, Taliban akan masuk ke wilayah Kashmir yang dikuasai India untuk melawan tentara India.
Sejauh ini sejumlah pemimpin separatis di wilayah Kashmir telah mengkritik iedeologi Taliban dan Al Qaeda.
"Secara langsung kami tidak berkaitan dengan Taliban," ungkap Salahuddin saat diwawancarai di Muzaffarabad oleh Kashmir News Services (KNS), kantor berita yang berbasis di Srinagar.
"Kami tidak ingin Taliban datang ke Kashmir dan kehadian mereka paling dibutuhkan di Afghanistan," ungkap Salahudin.
Pengakuan Salahudi sekaligus membantah rumor yang berkembang bahwa Taliban berusaha merusak perlawanan yang kami lancarkan di Kashmir. Bantahan juga datang dari kepala kelompok separatis garis keras wanita Muslim, Dukhtaran-e-Millat ( Daughters of Faith ) Asiya Andrabi dalam sebuah wawancara dengan situs berita Kashmir Dispatch.
"Ketika Taliban Afghanistan atau Al-Qaeda datang ke Kashmir, kita harus mengingat bahwa tujuan utama dan agenda yang seharusnya menjadi milik," ungkap Andrabi.
"Kita harus berpikir bahwa saudara-saudara kita itu akan datang untuk membantu kita untuk membebaskan kita dari India," ujarnya.
"Tapi, kita tidak harus menyerahkan segalanya kepada mereka. Sebelum mereka masuk ke sini, harus ada diskusi dan memeprjelas siapa kita, bahwa harus tetap ada Islam di Kashmir agar tidak ada penyebarkan ideologi apapun," terang Andrabi.
Dua komentar tersebut datang jelang penarikan mundur seluruh pasukan AS di Afghanistan pada 2014 mendatang. Kabarnya, Taliban akan masuk ke wilayah Kashmir yang dikuasai India untuk melawan tentara India.
Sejauh ini sejumlah pemimpin separatis di wilayah Kashmir telah mengkritik iedeologi Taliban dan Al Qaeda.
(esn)