Serangan udara Afghanistan tewaskan 2 pemimpin Taliban
Senin, 25 November 2013 - 18:44 WIB
Serangan udara Afghanistan tewaskan 2 pemimpin Taliban
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan keamanan Afghanistan melancarkan serangan udara terhadap militan Taliban di Provinsi Wardak, Afghanistan timur, Senin (25/11/2013) dinihari.
"Dua orang pemimpin lokal Taliban bernama Noor Sayyed dan Ezatullah tewas dalam serangan udara di Kohna Khumar, wilayah pinggiran Ibu Kota, dini hari," sebut isi pernyataan Pemerintah Provinsi Wardak.
Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa seorang anggota Taliban juga dilaporkan tewas dalam pemboman yang terjadi di provinsi ini, 35 km dari sebelah barat Kabul.
Masih di hari yang sama, sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan, bahwa lima gerilyawan tewas, tiga terluka dan tiga orang lainnya ditangkap dalam serangkaian operasi militer yang digelar di sejumlah provinsi lain dalam 24 jam terakhir. Hingga kini, Taliban Afghanistan belum memberi komentar atas pernyataan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan ini.
Masih terus munculnya perlawanan dari kaum militan, membuat banyak pihak merasa khawatir dengan kondisi keamanan di dalam negeri Afghanistan, paska ditarik mundurnya pasukan NATO dari negara itu pada 2014
"Dua orang pemimpin lokal Taliban bernama Noor Sayyed dan Ezatullah tewas dalam serangan udara di Kohna Khumar, wilayah pinggiran Ibu Kota, dini hari," sebut isi pernyataan Pemerintah Provinsi Wardak.
Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa seorang anggota Taliban juga dilaporkan tewas dalam pemboman yang terjadi di provinsi ini, 35 km dari sebelah barat Kabul.
Masih di hari yang sama, sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan, bahwa lima gerilyawan tewas, tiga terluka dan tiga orang lainnya ditangkap dalam serangkaian operasi militer yang digelar di sejumlah provinsi lain dalam 24 jam terakhir. Hingga kini, Taliban Afghanistan belum memberi komentar atas pernyataan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan ini.
Masih terus munculnya perlawanan dari kaum militan, membuat banyak pihak merasa khawatir dengan kondisi keamanan di dalam negeri Afghanistan, paska ditarik mundurnya pasukan NATO dari negara itu pada 2014
(esn)