Bentrok dengan militan, 5 tentara Libya tewas
Senin, 25 November 2013 - 16:21 WIB
Bentrok dengan militan, 5 tentara Libya tewas
A
A
A
Sindonews.com - Bentrokan antara tentara Libya dan militan pecah di timur Kota Benghazi, Senin (25/11/2013). Sedikitnya lima tentara Libya tewas, dan puluhan lainnya terluka.
Demikian keterangan beberapa pejabat keamanan dan medis Libya. Menurut pihak militer Libya, mereka sedang berjuang untuk mengekang para gerilyawan dan milisi yang pernah terlibat dalam penggulingan Muammar Gaddafi, namun mereka menolak melucuti senjata setelah Gaddafi terbunuh.
Tembakan dan ledakan terdengar di Benghazi. Sedangkan asap tebal mengepul di daerah Ras Obeida. Reuters melaporkan, para saksi mata menyebut pihak tentara telah memerintahkan warga setempat untuk menjauhi jalan-jalan di kawasan kota.
”Bentrokan pecah, ketika satuan tentara pasukan khusus mengejar seorang militan ke suatu daerah di mana kelompok militan Islam Ansar al- Syariah beroperasi,” tulis Reuters, mengutip keterangan pejabat keamanan Libya.
Kelompok Ansar al-Sharia disalahkan atas serangan terhadap Konsulat Amerika Serikat (AS) di Benghazi setahun yang lalu. Dalam serangan itu, duta besar AS dan tiga orang Amerika lainnya tewas.
Kekacauan di Libya memicu kekhawatiran, bahwa negara itu tidak akan tenang setelah dua tahun rezim Gaddafi tumbang. Perdana Menteri Ali Zeidan, yang sempat diculik oleh para militant bulan lalu, telah bertemu Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague di London kemarin, untuk membahas kerjasama.
Selama ini, militer AS, Inggris, Perancis , NATO dan Turki menjanjikan bantuan bagi angkatan bersenjata negara OPEC itu . Tapi sebagian besar program bantuan baru belum ada yang cocok.
Demikian keterangan beberapa pejabat keamanan dan medis Libya. Menurut pihak militer Libya, mereka sedang berjuang untuk mengekang para gerilyawan dan milisi yang pernah terlibat dalam penggulingan Muammar Gaddafi, namun mereka menolak melucuti senjata setelah Gaddafi terbunuh.
Tembakan dan ledakan terdengar di Benghazi. Sedangkan asap tebal mengepul di daerah Ras Obeida. Reuters melaporkan, para saksi mata menyebut pihak tentara telah memerintahkan warga setempat untuk menjauhi jalan-jalan di kawasan kota.
”Bentrokan pecah, ketika satuan tentara pasukan khusus mengejar seorang militan ke suatu daerah di mana kelompok militan Islam Ansar al- Syariah beroperasi,” tulis Reuters, mengutip keterangan pejabat keamanan Libya.
Kelompok Ansar al-Sharia disalahkan atas serangan terhadap Konsulat Amerika Serikat (AS) di Benghazi setahun yang lalu. Dalam serangan itu, duta besar AS dan tiga orang Amerika lainnya tewas.
Kekacauan di Libya memicu kekhawatiran, bahwa negara itu tidak akan tenang setelah dua tahun rezim Gaddafi tumbang. Perdana Menteri Ali Zeidan, yang sempat diculik oleh para militant bulan lalu, telah bertemu Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague di London kemarin, untuk membahas kerjasama.
Selama ini, militer AS, Inggris, Perancis , NATO dan Turki menjanjikan bantuan bagi angkatan bersenjata negara OPEC itu . Tapi sebagian besar program bantuan baru belum ada yang cocok.
(mas)