Iran tuding oposisi Suriah tak serius berdamai
Selasa, 19 November 2013 - 20:28 WIB
Iran tuding oposisi Suriah tak serius berdamai
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, mengatakan, Pemerintah Iran meyakini bahwa konferensi perdamian internasional untuk Suriah dapat diselenggarakan dengan sesegera mungkin. Namun, kelompok oposisi Suriah belum berkomitmen penuh untuk mengikuti perundingan tersebut, Selasa, (19/11/2013), seperti dilansir Reuters.
"Saya telah menggelar sebuah pembicaraan sangat penting dan bernilai dengan wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov, serta delegasi Suriah yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Faisal Mekdad," ungkap Abdollahian.
"Sepertinya kita telah mendekati penyelenggaraan konferensi Jenewa II," ungkap Amir.
"Kami yakin dan percaya, bahwa oposisi Suriah belum sampai pada tahap kesiapan penuh untuk ambil bangian dalam proses tersebut," imbuh Amir.
PBB berharap konferensi Jenewa II yang sedang diupayakan oleh Moskow dan Washington dapat terselenggara pada pertengahan Desember mendatang. Seperti diketahui, konferensi yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang pecah sejak Maret 2011 lalu itu, pelaksanaanya telah tertunda selama beberapa bulan. Salah satu penyebabnya ialah, apakah Presiden Suriah Bashar al-Assad dapat memainkan perang dalam masa depan Suriah.
Soal pihak asing yang akan menghadiri perundingan tersebut, Rusia dan Amerika Serikat (AS) juga berselisih pendapat. Rusia menginginkan Iran untuk hadir, namun AS, Arab Sudi dan oposisi utama Suriah menolak keikutsertaan Iran dalam konferensi Jenewa II.
"Saya telah menggelar sebuah pembicaraan sangat penting dan bernilai dengan wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov, serta delegasi Suriah yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Faisal Mekdad," ungkap Abdollahian.
"Sepertinya kita telah mendekati penyelenggaraan konferensi Jenewa II," ungkap Amir.
"Kami yakin dan percaya, bahwa oposisi Suriah belum sampai pada tahap kesiapan penuh untuk ambil bangian dalam proses tersebut," imbuh Amir.
PBB berharap konferensi Jenewa II yang sedang diupayakan oleh Moskow dan Washington dapat terselenggara pada pertengahan Desember mendatang. Seperti diketahui, konferensi yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang pecah sejak Maret 2011 lalu itu, pelaksanaanya telah tertunda selama beberapa bulan. Salah satu penyebabnya ialah, apakah Presiden Suriah Bashar al-Assad dapat memainkan perang dalam masa depan Suriah.
Soal pihak asing yang akan menghadiri perundingan tersebut, Rusia dan Amerika Serikat (AS) juga berselisih pendapat. Rusia menginginkan Iran untuk hadir, namun AS, Arab Sudi dan oposisi utama Suriah menolak keikutsertaan Iran dalam konferensi Jenewa II.
(esn)