Usai bentrokan, PM Libya minta semua pihak tahan diri
Minggu, 17 November 2013 - 02:23 WIB
Usai bentrokan, PM Libya minta semua pihak tahan diri
A
A
A
Sindonews.com – Bentrokan antara milisi Libya yang berlangsung sejak Jumat (15/11/2013), telah menewaskan puluhan orang. Ini adalah pertempuran jalanan terburuk di ibu kota Tripoli, sejak jatuhnya rezim Muammar Gaddafi dua tahun lalu.
Pada Sabtu (16/11/2013), Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan menyerukan ketenangan. "Saya mendesak, bahwa tidak ada kekuatan sama sekali untuk memasuki Tripoli," kata Zeidan dalam pidato publik. "Ini akan memiliki konsekuensi negatif dan bencana," lanjutnya, seperti dikutip dari Xinhua.
Kekerasan meletus pada Jumat, ketika anggota milisi dari kota pesisir Misrata menembaki pengunjuk rasa yang berdemonstrasi ke markas brigade mereka di Tripoli. Demonstran menginginkan milisi pergi dari wilayah mereka. Benrokan menyebar ke bagian lain kota dan menewaskan 42 orang.
Bentrokan kembali meletus pada Sabtu di sebelah timur Tripoli, yakni di wilayah Tajoura. “Di daerah ini, dua milisi yang saling bersaing bentrok di pos pemeriksaan yang didirikan untuk menghentikan pejuang Misrata memasuki Tripoli,” ujar Mohammad Sasi, anggota kongres lokal Libya.
“Setidaknya satu orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam bentrokan Tajoura,” kata seorang pejabat Departemen Kesehatan. Hingga kini, Angkatan Bersenjata Libya masih terus berupaya untuk mengendalikan milisi, militan Islam, dan mantan pejuang lainnya yang menolak untuk menyerahkan senjata mereka setelah membantu menggulingkan Gaddafi.
Pada Sabtu (16/11/2013), Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan menyerukan ketenangan. "Saya mendesak, bahwa tidak ada kekuatan sama sekali untuk memasuki Tripoli," kata Zeidan dalam pidato publik. "Ini akan memiliki konsekuensi negatif dan bencana," lanjutnya, seperti dikutip dari Xinhua.
Kekerasan meletus pada Jumat, ketika anggota milisi dari kota pesisir Misrata menembaki pengunjuk rasa yang berdemonstrasi ke markas brigade mereka di Tripoli. Demonstran menginginkan milisi pergi dari wilayah mereka. Benrokan menyebar ke bagian lain kota dan menewaskan 42 orang.
Bentrokan kembali meletus pada Sabtu di sebelah timur Tripoli, yakni di wilayah Tajoura. “Di daerah ini, dua milisi yang saling bersaing bentrok di pos pemeriksaan yang didirikan untuk menghentikan pejuang Misrata memasuki Tripoli,” ujar Mohammad Sasi, anggota kongres lokal Libya.
“Setidaknya satu orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam bentrokan Tajoura,” kata seorang pejabat Departemen Kesehatan. Hingga kini, Angkatan Bersenjata Libya masih terus berupaya untuk mengendalikan milisi, militan Islam, dan mantan pejuang lainnya yang menolak untuk menyerahkan senjata mereka setelah membantu menggulingkan Gaddafi.
(esn)