PM Libya janjikan suplai senjata bagi pasukan di Benghazi
Selasa, 12 November 2013 - 04:28 WIB
PM Libya janjikan suplai senjata bagi pasukan di Benghazi
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan, pada Senin (11/11/2013), berjanji untuk menyuplai lebih banyak senjata dan sumber daya lain untuk pasukan keamanan yang bertugas mengamankan Kota Benghazi.
Janji ini diucapkan Zeidan selama kunjungan singkat ke wilayah tersebut. “Semua permintaan yang dibuat oleh Kepala Satuan Keamanan akan dipenuhi, termasuk kendaraan, senjata, amunisi, dan berbagai peralatan lain,” tegas Zeidan, seperti dikutip dari AFP.
Zeidan tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kapan pengiriman akan dilakukan. Selama ini, pasukan keamanan Pemeritah Libya yang ditugaskan di Benghazi memang menghadapi tantangan besar untuk menegakan hukum di daerah itu.
Namun beberapa mantan pemberontak dan kelompok bersenjata yang ikut menggulingkan rezim diktator Moammar Khaddafi, telah menolak untuk bergabung dengan pasukan keamanan atau meletakkan senjata mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan terhadap tentara Pemerintah Libya meningkat di wilayah ini.
"Ada orang yang ingin menimbulkan kekacauan di negara ini untuk mencegah perkembangan negara, untuk memerintah Libya dengan cara mereka sendiri dan membuatnya seperti Somalia," kata Zeidan.
Janji ini diucapkan Zeidan selama kunjungan singkat ke wilayah tersebut. “Semua permintaan yang dibuat oleh Kepala Satuan Keamanan akan dipenuhi, termasuk kendaraan, senjata, amunisi, dan berbagai peralatan lain,” tegas Zeidan, seperti dikutip dari AFP.
Zeidan tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kapan pengiriman akan dilakukan. Selama ini, pasukan keamanan Pemeritah Libya yang ditugaskan di Benghazi memang menghadapi tantangan besar untuk menegakan hukum di daerah itu.
Namun beberapa mantan pemberontak dan kelompok bersenjata yang ikut menggulingkan rezim diktator Moammar Khaddafi, telah menolak untuk bergabung dengan pasukan keamanan atau meletakkan senjata mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan terhadap tentara Pemerintah Libya meningkat di wilayah ini.
"Ada orang yang ingin menimbulkan kekacauan di negara ini untuk mencegah perkembangan negara, untuk memerintah Libya dengan cara mereka sendiri dan membuatnya seperti Somalia," kata Zeidan.
(esn)