Iran: Masih ada beberapa perbedaan dalam pembicaraan nuklir
Sabtu, 09 November 2013 - 23:36 WIB
Iran: Masih ada beberapa perbedaan dalam pembicaraan nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan pada Sabtu (9/11/2013), bahwa masih ada sejumlah perbedaan dalam pembicaraan nuklir yang sedang berlangsung di Jenewa. Demikian diberitakan kantor berita setengah resmi, ISNA.
"Ada beberapa kemajuan, tapi masih beberapa perbedaan tetap ada," kata Zarif. "Kami akan bekerja untuk melihat di mana kita bisa mendapatkan persamaan," tambahnya.
Sementara negosiator nuklir Iran, Abbas Araqchi, mengatakan, bahwa perundingan serius telah dilakukan untuk mempersiapkan rancangan akhir. “Tapi, masih tetap beberapa masalah yang perlu dinegosiasikan lagi," ujarnya, seperti dikutip dari kantor berita Mehr.
"Jika beberapa kemajuan dicapai pada isu-isu yang beragam, kita dapat melakukan pertemuan pada malam ini. Jika tidak, pembicaraan akan dilanjutkan di pertemuan di masa depan,” jelas Araqchi.
Soal isu-isu spesifik yang berhubungan dengan program nuklir Iran, ia mengaku tidak bisa menjelaskannya. "Kami tidak bisa komentar tentang mereka sekarang. Mereka adalah subyek serius dan beberapa posisi masih dibagi,” katanya.
"Ada beberapa kemajuan, tapi masih beberapa perbedaan tetap ada," kata Zarif. "Kami akan bekerja untuk melihat di mana kita bisa mendapatkan persamaan," tambahnya.
Sementara negosiator nuklir Iran, Abbas Araqchi, mengatakan, bahwa perundingan serius telah dilakukan untuk mempersiapkan rancangan akhir. “Tapi, masih tetap beberapa masalah yang perlu dinegosiasikan lagi," ujarnya, seperti dikutip dari kantor berita Mehr.
"Jika beberapa kemajuan dicapai pada isu-isu yang beragam, kita dapat melakukan pertemuan pada malam ini. Jika tidak, pembicaraan akan dilanjutkan di pertemuan di masa depan,” jelas Araqchi.
Soal isu-isu spesifik yang berhubungan dengan program nuklir Iran, ia mengaku tidak bisa menjelaskannya. "Kami tidak bisa komentar tentang mereka sekarang. Mereka adalah subyek serius dan beberapa posisi masih dibagi,” katanya.
(esn)