AS akan tetap dukung pemerintahan sementara Mesir
Senin, 04 November 2013 - 00:57 WIB
AS akan tetap dukung pemerintahan sementara Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, dalam kunjungan pertamanya ke Mesir, Minggu (3/11/2013), sejak tergulingnya Mohamed Morsi dari kursi presien, mengkonfirmasi bahwa AS akan terus mendukung dan bekerja sama dengan pemerintah sementara Mesir.
“Mesir adalah mitra penting dan pemerintah AS berkomitmen untuk bekerja dengan pemerintah sementara dan mendukung rakyat Mesir,” ujar Kerry dalam konferensi pers bersama setelah ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy.
Sebelumnya, hubungan antara kedua negara menjadi sedikit renggang, setelah pada 9 Oktober AS memutuskan untuk menangguhkan bantuan tahunan senilai USD3 miliar bagi sekutu mereka itu. Fahmy juga mengakui, bahwa ada ketegangan dalam hubungan AS-Mesir, setelah AS memutuskan untuk menangguhkan bantuan itu.
Menurut Kerry, hubungan AS-Mesir tidak boleh didefinisikan oleh bantuan “Penundaan itu bukan hukuman, tetapi suatu refleksi dari kebijakan luar negeri AS, setelah militer menggulingkan presiden terpilih secara demokratis pertama negara itu pada 3 Juli,” jelas Kerry, seperti dikutip dari Reuters.
"Presiden Barack Obama telah bekerja sangat keras untuk bisa memastikan, bahwa itu tidak akan mengganggu hubungan AS dengan Mesir," tambah Kerry. Kunjungan ini dilakukan Kerry, bertepatan dengan persidangan Morsi dan 14 pemimpin senior Ikhwanul Muslimin lainnya. Mereka menghadapi tuduhan menghasut kekerasan dan membunuh demonstran.
“Mesir adalah mitra penting dan pemerintah AS berkomitmen untuk bekerja dengan pemerintah sementara dan mendukung rakyat Mesir,” ujar Kerry dalam konferensi pers bersama setelah ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy.
Sebelumnya, hubungan antara kedua negara menjadi sedikit renggang, setelah pada 9 Oktober AS memutuskan untuk menangguhkan bantuan tahunan senilai USD3 miliar bagi sekutu mereka itu. Fahmy juga mengakui, bahwa ada ketegangan dalam hubungan AS-Mesir, setelah AS memutuskan untuk menangguhkan bantuan itu.
Menurut Kerry, hubungan AS-Mesir tidak boleh didefinisikan oleh bantuan “Penundaan itu bukan hukuman, tetapi suatu refleksi dari kebijakan luar negeri AS, setelah militer menggulingkan presiden terpilih secara demokratis pertama negara itu pada 3 Juli,” jelas Kerry, seperti dikutip dari Reuters.
"Presiden Barack Obama telah bekerja sangat keras untuk bisa memastikan, bahwa itu tidak akan mengganggu hubungan AS dengan Mesir," tambah Kerry. Kunjungan ini dilakukan Kerry, bertepatan dengan persidangan Morsi dan 14 pemimpin senior Ikhwanul Muslimin lainnya. Mereka menghadapi tuduhan menghasut kekerasan dan membunuh demonstran.
(esn)