Rusia tak akan campuri urusan dalam negeri Suriah
Jum'at, 01 November 2013 - 03:50 WIB
Rusia tak akan campuri urusan dalam negeri Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Rusia akan menerima siapa pun yang akan menjadi Presiden Suriah dan mendapat dukungan dari rakyat. Demikian ditegaskan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, Kamis (31/10/2013).
"Rusia tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri negara-negara berdaulat, kita tidak melibatkan diri dalam rekayasa sosial," kata Bogdanov, seperti dikutip dari Xinhua. Menurutnya, pencalonan presiden adalah pilihan eksklusif warga Suriah, yang merupakan satu-satunya pihak yang memiliki hak untuk memutuskan hal itu.
“Semua masalah domestik lainnya, termasuk penyelesaian konflik bersenjata di Suriah, juga berada di tangan rakyat Suriah,” tambahnya. Diplomat itu menguraikan, menjadi tugas masyarakat internasional dan Rusia untuk menciptakan lingkungan luar yang menguntungkan bagi dialog intra-Suriah.
Bogdanov juga menyatakan rasa puas Moskow atas proses perlucutan senjata kimia di Suriah yang sejalan dengan Resolusi PBB 2118. “Pekerjaan yang sukses dari tim ahli Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Suriah telah dilakukan karena keterbukaan Damaskus dan kesiapannya untuk bekerja sama dengan OPCW dan PBB,” jelas Bogdanov.
Menurutnya, sangat penting, bahwa Resolusi 2.118 juga dilaksanakan oleh oposisi Suriah, dengan cara memberikan para ahli OPCW akses ke situs penyimpanan senjata kimia yang berada di bawah kendali opsisi. “Rusia percaya, bahwa semua persenjataan kimia di Suriah bisa dibongkar pada pertengahan 2014,” katanya.
"Rusia tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri negara-negara berdaulat, kita tidak melibatkan diri dalam rekayasa sosial," kata Bogdanov, seperti dikutip dari Xinhua. Menurutnya, pencalonan presiden adalah pilihan eksklusif warga Suriah, yang merupakan satu-satunya pihak yang memiliki hak untuk memutuskan hal itu.
“Semua masalah domestik lainnya, termasuk penyelesaian konflik bersenjata di Suriah, juga berada di tangan rakyat Suriah,” tambahnya. Diplomat itu menguraikan, menjadi tugas masyarakat internasional dan Rusia untuk menciptakan lingkungan luar yang menguntungkan bagi dialog intra-Suriah.
Bogdanov juga menyatakan rasa puas Moskow atas proses perlucutan senjata kimia di Suriah yang sejalan dengan Resolusi PBB 2118. “Pekerjaan yang sukses dari tim ahli Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Suriah telah dilakukan karena keterbukaan Damaskus dan kesiapannya untuk bekerja sama dengan OPCW dan PBB,” jelas Bogdanov.
Menurutnya, sangat penting, bahwa Resolusi 2.118 juga dilaksanakan oleh oposisi Suriah, dengan cara memberikan para ahli OPCW akses ke situs penyimpanan senjata kimia yang berada di bawah kendali opsisi. “Rusia percaya, bahwa semua persenjataan kimia di Suriah bisa dibongkar pada pertengahan 2014,” katanya.
(esn)