Intelijen Jerman bantah lakukan tindakan mata-mata di AS

Kamis, 31 Oktober 2013 - 00:31 WIB
Intelijen Jerman bantah...
Intelijen Jerman bantah lakukan tindakan mata-mata di AS
A A A
Sindonews.com – Kepala Intelijen Luar Negeri Jerman (BND), Gerhard Schindler, pada Rabu (30/10/2013), membantah bahwa pihaknya telah melaksanakan operasi mata-mata dari Kedutaan Besar Jerman di Washington, Amerika Serikat (AS).

"Tidak ada telekomunikasi intelijen yang dilakukan dari kedutaan Jerman di Washington," tegas Schindler, seperti dikutip oleh situs berita on line, Zeit. Pernyataan ini adalah bantahan atas tuduhan AS, yang menyebut bahwa bukan hanya AS yang melakukan tindakan mata-mata.

Satu hari sebelumnya, Kepala National Security Agency (NSA), Jenderal Keith Alexander dan Direktur Intelijen Nasional, James Clapper mengatakan kepada anggota parlemen, bahwa negara-negara asing juga memata-matai pemimpin AS.

Dua petinggi intelijen AS itu juga menyebut laporan yang mengungkapkan NSA telah menyadap jutaan panggilan telepon di Eropa, adalah "benar-benar palsu". Menurut keduanya, media Eropa yang membuat laporan tersebut -berdasarkan bocoran dari buronan intelijen AS, Edward Snowden- tidak memahami data yang mereka gunakan untuk membuat laporan.

Sejak munculnya laporan yang menyatakan NSA melakukan tindakan mata-mata terhadap sejumlah negara sekutu dan beberapa negara lain di dunia, tekanan terhadap AS meningkat tajam. Sejumlah negara menyatakan protes keras, jika tudingan mata-mata itu terbukti.

Sementara itu, sebuah delegasi Jerman mengunjungi Gedung Putih pada Rabu (30/10/2013), untuk membahas cara-cara untuk meningkatkan kerjasama intelijen Jerman-Amerika Serikat (AS). Kunjungan ini dilakukan setelah adanya laporan badan intelijen AS, National Security Agency (NSA), menyadap ponsel pribadi Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Selain membahas kerjasama, delegasi ini juga dilaporkan akan mencari klarifikasi soal dugaan penyadapa yang dilakukan NSA terhadap Merkel. Delegasi Jerman diisi oleh Penasihat Keamanan Nasional Jerman, Christoph Heusgen dan Koordinator Intelijen Kanselir Jerman, Guenter Heiss.
(esn)
Berita Terkait
Jerman Beli 60 Helikopter...
Jerman Beli 60 Helikopter Chinook dari Boeing Amerika Serikat
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Jerman Mengaku Belum...
Jerman Mengaku Belum Diberitahu AS Soal Rencana Penarikan Pasukan
Trump Menyetujui Rencana...
Trump Menyetujui Rencana Penarikan 9.500 Pasukan AS dari Jerman
Merkel: AS Tak Bisa...
Merkel: AS Tak Bisa Lagi Diandalkan, UE Harus Bentuk Sistem Pertahanan Sendiri
Berita Terkini
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
17 menit yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
2 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
3 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
3 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved