Hubungkan Asia-Eropa, Turki bangun terowongan di bawah air

Selasa, 29 Oktober 2013 - 20:58 WIB
Hubungkan Asia-Eropa,...
Hubungkan Asia-Eropa, Turki bangun terowongan di bawah air
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Turki akhirnya membuka terowongan Marmaray, terowongan bawah air pertama yang menghubungkan wilayah Eropa dan Asia, Selasa (29/10/2013). Ini adalah salah satu dari sejumlah mega proyek abisius Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan pada 2004 lalu untuk meningkatkan perekonomian Turki, termasuk jembatan ketiga, kanal paralel dan bandara ketiga.

Terowongan dengan panjang 13,6 km yang melintang di bawah Selat Bosporus ini merupakan proyek impian pemerintah Sultan Ottoman Abdülmecid, satu setengah abad yang lalu, tepatnya di tahun 1860. Namun, kurangnya teknologi dan pembiayaan pada saat itu mencegah dia mewujudkan visinya.

"Nenek moyang kita mengolah (proyek terowongan ini). Dan realisasinya jatuh ke tangan kita," ungkap Erdogan.Peresmian terowongan Marmaray turut dihadiri Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, selaku pihak yang membantu 35 persen dari dana pembangunan, dan sejumlah pejabat asing lainnya.

Warga Turki yang berjumlah 15 juta jiwa tidak sepenuhnya mendukung Erdogan untuk mewujudkan proyek besar yang diyakini dapat mengurangi kemacetan kronis dan dapat melayani 1,5 juta penumpang setiap harinya di Turki. Sejumlah krirtikus bahkan menyebut Erdogan sebagai Fir'aun.

Awalnya, banyak kalangan khawatir terowongan tersebut rentan gempa bumi. Tapi, Menteri Perhubungan Turki Binali Yildirim, mengatakan, terowongan itu dirancang untuk menahan gempa berkekuatan hingga 9 skala richrer. "Ini adalah tempat teraman di Istanbul," ungkap Yildirim.

Rencana awal pebangunan terowongan itu dijadwalkan memakan waktu empat tahun, tapi terhambat setelah para pekerja menemukan sejumlah artefak berusia 8.500 tahun lalu yang perlu diselamatkan. Sembilan tahun berlalu, akhirnya proyek yang menelan dana pembangunan 2,9 miliar poundsterling (sekitar Rp 50 triliun) ini berhasil dirampungkan.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
18 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
47 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved