Akhirnya, Suu Kyi ambil hadiah nobelnya ke Roma
Senin, 28 Oktober 2013 - 17:19 WIB
Akhirnya, Suu Kyi ambil hadiah nobelnya ke Roma
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi (68) menjadi warga kehormatan Roma, Minggu (27/10/2013). Nobel tersebut diterima Suu Kyi, 19 tahun setelah ia dinobatkan pada 1994 silam.
Suu Kyi, selama ini tidak dapat menerima nobel tersebut sebab dia telah menghabiskan hidupnya dalam dua dekade terakhir sebagai tahanan rumah pasca penolakan kemenangan partainya pada pemilihan umum 1990.
"Sembilan belas tahun telah berlalu sejak pemberian kewarganegaraan Roma untuk Aung San Suu Kyi. Hari ini, akhirnya kami dapat memberikan penghargaan kepada seorang wanita yang bebas, bebas," tweet Walikota Roma Ignazio Marino dalam akun Twitter.
Kantor Mario mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk mengakuan atas perjuangan tanpa kekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia.
Dalam sebuah upacara sederhana yang di gelar di Balai Kota Roma, Suu Kyi membantah bahwa dia telah melakukan sesuatu hal yang istimewa."Yang saya lakukan adalah sebuah pilihan, bukan pengorbanan," ungkap Suu Kyi.
Usai menerima penghargaan tersebut, Suu Kyi akan bertemu dengan Perdana Menteri Italia Enrico Letta dan Presiden Giorgio Napolitanom, serta bertemu dengan Paus Fransiskus dan sejumlah orang di Kota Bologna untuk menerima penghargaan kewarganegaraan lain.
Suu Kyi, selama ini tidak dapat menerima nobel tersebut sebab dia telah menghabiskan hidupnya dalam dua dekade terakhir sebagai tahanan rumah pasca penolakan kemenangan partainya pada pemilihan umum 1990.
"Sembilan belas tahun telah berlalu sejak pemberian kewarganegaraan Roma untuk Aung San Suu Kyi. Hari ini, akhirnya kami dapat memberikan penghargaan kepada seorang wanita yang bebas, bebas," tweet Walikota Roma Ignazio Marino dalam akun Twitter.
Kantor Mario mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk mengakuan atas perjuangan tanpa kekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia.
Dalam sebuah upacara sederhana yang di gelar di Balai Kota Roma, Suu Kyi membantah bahwa dia telah melakukan sesuatu hal yang istimewa."Yang saya lakukan adalah sebuah pilihan, bukan pengorbanan," ungkap Suu Kyi.
Usai menerima penghargaan tersebut, Suu Kyi akan bertemu dengan Perdana Menteri Italia Enrico Letta dan Presiden Giorgio Napolitanom, serta bertemu dengan Paus Fransiskus dan sejumlah orang di Kota Bologna untuk menerima penghargaan kewarganegaraan lain.
(esn)