Besok, Israel bakal hadiri pertemuan tinjauan HAM PBB
Senin, 28 Oktober 2013 - 15:45 WIB
Besok, Israel bakal hadiri pertemuan tinjauan HAM PBB
A
A
A
Sindonews.com - Israel akan menghadiri Universal Periodic Review (UPR), tinjauan HAM yang digelar oleh Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB yang berbasis di Jenewa, Swiss, Selasa (29/10/2013) besok. Demikian diungkapkan, seorang pejabat Israel dalam kondisi anonim kepada AFP, Minggu (28/10/2013).
"Kami akan datang (UPR yang akan diselenggarakan dewan HAM PBB)," ungkap pejabat Israel. Menurut Haaretz, surat kabar Israel, Kabar tersebut datang setelah Pemerintah Jerman memperingatkan Pemerintah Israel, bahwa mereka akan mengalami kerusakan diplomatik yang parah jika gagal menghadiri pertemuan tersebut.
Peringatakan tersebut kabarnya datang dalam bentuk surat pribadi dari Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Jumat (25/10/2013) lalu. Seperti diketahui, Israel memutuskan hubungan dengan Dewan HAM PBB pada Maret 2012 lalu, setelah badan internasional tersebut menyatakan bahwa mereka akan menyelidiki bentuk pelanggaran hak Palelstina atas pembangunan pemukiman Israel.
Jika Israel tidak menghadiri pertemuan tersebut, maka Israel telah menjadi negara anggota PBB pertama yang telah memboikot pertemuan dewan HAM PBB. Sejumlah negara Barat menyatakan, boikot akan merusak putaran pertama pertemuan UPR.
Sejak munculnya UNHRC pada 2006 lalu, Israel terus-menerus mengeluh tentang tindakan dewan, mereka mengangap badan itu bertindak bias, termasuk banyaknya jumlah kecaman dan sesi khusus yang sengaja diadakan untuk menyerang kegiatan pembangunan di Tepi Barat dan Gaza.
"Kami akan datang (UPR yang akan diselenggarakan dewan HAM PBB)," ungkap pejabat Israel. Menurut Haaretz, surat kabar Israel, Kabar tersebut datang setelah Pemerintah Jerman memperingatkan Pemerintah Israel, bahwa mereka akan mengalami kerusakan diplomatik yang parah jika gagal menghadiri pertemuan tersebut.
Peringatakan tersebut kabarnya datang dalam bentuk surat pribadi dari Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Jumat (25/10/2013) lalu. Seperti diketahui, Israel memutuskan hubungan dengan Dewan HAM PBB pada Maret 2012 lalu, setelah badan internasional tersebut menyatakan bahwa mereka akan menyelidiki bentuk pelanggaran hak Palelstina atas pembangunan pemukiman Israel.
Jika Israel tidak menghadiri pertemuan tersebut, maka Israel telah menjadi negara anggota PBB pertama yang telah memboikot pertemuan dewan HAM PBB. Sejumlah negara Barat menyatakan, boikot akan merusak putaran pertama pertemuan UPR.
Sejak munculnya UNHRC pada 2006 lalu, Israel terus-menerus mengeluh tentang tindakan dewan, mereka mengangap badan itu bertindak bias, termasuk banyaknya jumlah kecaman dan sesi khusus yang sengaja diadakan untuk menyerang kegiatan pembangunan di Tepi Barat dan Gaza.
(esn)