Rebutan wilayah, militan Kurdi & pemberontak Suriah perang
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 15:18 WIB
Rebutan wilayah, militan Kurdi & pemberontak Suriah perang
A
A
A
Sindonews.com - Militan Kurdi dan pemberontak Suriah garis keras, berperang selama tiga hari terakhir. Mereka memperebutkan wilayah perbatasan Suriah dengan Irak.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, kelompok pemberontak Suriah yang berperang dengan militan Kurdi hingga Sabtu (26/10/2013) itu, adalah kelompok garis keras yang terkait jaringan al-Qaeda. Observatorium menyatakan, militan Kurdi berhasil merebut pos perbatasan yang dikuasai pemberontak Suriah garis keras.
Namun, kelompok garis keras menepis laporan itu, dan mengklaim pos perbatasan masih dikuasai mereka. ”Pos Yarubiya dan sekitarnya di timur laut Suriah telah direbut Kelompok Negara Islam Irak dan Levant,” bunyi pernyataan Observatorium, seperti dikutip Reuters.
Etnis Kurdi di Suriah memiliki peran yang kompleks dalam konflik tiga tahun dalam upaya penggulingan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. PBB telah menyatakan, kekuatan dunia telah gagal untuk mencegah konflik di Suriah yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang.
Perang antara militan Kurdi dan pemberontak Suriah garis keras itu, mewarnai rangkain kekerasan di Suriah. Sebelumnya, serangan bom mobil mengguncang wilayah di dekat masjid di Wadi Barada , di Provinsi Damaskus, dengan korban tewas mencaai 40 orang.
Kantor berita negara SANA, mengatakan banyak "teroris"--- istilah yang digunakannya Pemerintah Suriah untuk pemberontak bersenjata---yang terlibat dalam serangan bom mobil itu ikut tewas. Stasiun televisi negara Suriah menuduh kelompok Jabhat al-Nusra, sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas beberapa serangan bom mobil tersebut.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, kelompok pemberontak Suriah yang berperang dengan militan Kurdi hingga Sabtu (26/10/2013) itu, adalah kelompok garis keras yang terkait jaringan al-Qaeda. Observatorium menyatakan, militan Kurdi berhasil merebut pos perbatasan yang dikuasai pemberontak Suriah garis keras.
Namun, kelompok garis keras menepis laporan itu, dan mengklaim pos perbatasan masih dikuasai mereka. ”Pos Yarubiya dan sekitarnya di timur laut Suriah telah direbut Kelompok Negara Islam Irak dan Levant,” bunyi pernyataan Observatorium, seperti dikutip Reuters.
Etnis Kurdi di Suriah memiliki peran yang kompleks dalam konflik tiga tahun dalam upaya penggulingan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. PBB telah menyatakan, kekuatan dunia telah gagal untuk mencegah konflik di Suriah yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang.
Perang antara militan Kurdi dan pemberontak Suriah garis keras itu, mewarnai rangkain kekerasan di Suriah. Sebelumnya, serangan bom mobil mengguncang wilayah di dekat masjid di Wadi Barada , di Provinsi Damaskus, dengan korban tewas mencaai 40 orang.
Kantor berita negara SANA, mengatakan banyak "teroris"--- istilah yang digunakannya Pemerintah Suriah untuk pemberontak bersenjata---yang terlibat dalam serangan bom mobil itu ikut tewas. Stasiun televisi negara Suriah menuduh kelompok Jabhat al-Nusra, sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas beberapa serangan bom mobil tersebut.
(mas)