Ditekan PM Pakistan akhiri serangan drone, Obama diam
Kamis, 24 Oktober 2013 - 12:09 WIB
Ditekan PM Pakistan akhiri serangan drone, Obama diam
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif , telah menekan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk mengakhiri serangan drone di Pakistan. Tekanan itu disampaikan Sharif saat bertemu Obama di Kantor Oval, Gedung Putih, kemarin.
”Saya membesarkan masalah drone dalam pertemuan kami, saya menekankan perlunya untuk mengakhiri serangan seperti itu,” kata Sharif kepada wartawan, usai pertemuan dengan Obama, seperti dikutip Reuters, Kamis (24/10/2013).
Tetapi saat ditanya wartawan soal respons AS terkait tekanan PM Pakistan agar serangan pesawat tanpa awak itu dihentikan, Obama diam. Serangan yang diklaim AS sebagai kampanye melawan terorisme itu, membuat warga Pakistan marah. Sebab, serangan itu juga menewaskan banyak warga sipil.
Meski tidak menjawab sikap AS soal tekanan PM Pakistan tersebut, Obama mengakui masalah serangan drone memicu kesalahpahaman kedua pihak. Dia berjanji untuk meningkatkan kerjasama dalam isu-isu keamanan dengan Pakistan, dengan cara menghormati kedaulatan negara itu.
”Kami berkomitmen untuk bekerja sama dan memastikan bahwa ini bukan menjadi sumber ketegangan antara kedua negara kita, ini bisa menjadi sumber kekuatan bagi kita untuk bekerja sama,” ujar Obama.
Terkait persiapan penarikan pasukan AS dari Afghanistan tahun depan, Obama mengapreasiasi kerjasama Pemerintah Pakistan yang menjaga hubungan baik dengan Afghanistan.
”Saya yakin bahwa, kerja sama kita tidak hanya untuk mencapai tujuan yang baik bagi Afghanistan, tetapi juga membantu untuk melindungi Pakistan dalam jangka panjang,” ujar Obama.
Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin itu kompak mendesak kelompok Taliban untuk bergabung dengan proses politik dan berdialog dengan Pemerintah Afghanistan.
”Saya membesarkan masalah drone dalam pertemuan kami, saya menekankan perlunya untuk mengakhiri serangan seperti itu,” kata Sharif kepada wartawan, usai pertemuan dengan Obama, seperti dikutip Reuters, Kamis (24/10/2013).
Tetapi saat ditanya wartawan soal respons AS terkait tekanan PM Pakistan agar serangan pesawat tanpa awak itu dihentikan, Obama diam. Serangan yang diklaim AS sebagai kampanye melawan terorisme itu, membuat warga Pakistan marah. Sebab, serangan itu juga menewaskan banyak warga sipil.
Meski tidak menjawab sikap AS soal tekanan PM Pakistan tersebut, Obama mengakui masalah serangan drone memicu kesalahpahaman kedua pihak. Dia berjanji untuk meningkatkan kerjasama dalam isu-isu keamanan dengan Pakistan, dengan cara menghormati kedaulatan negara itu.
”Kami berkomitmen untuk bekerja sama dan memastikan bahwa ini bukan menjadi sumber ketegangan antara kedua negara kita, ini bisa menjadi sumber kekuatan bagi kita untuk bekerja sama,” ujar Obama.
Terkait persiapan penarikan pasukan AS dari Afghanistan tahun depan, Obama mengapreasiasi kerjasama Pemerintah Pakistan yang menjaga hubungan baik dengan Afghanistan.
”Saya yakin bahwa, kerja sama kita tidak hanya untuk mencapai tujuan yang baik bagi Afghanistan, tetapi juga membantu untuk melindungi Pakistan dalam jangka panjang,” ujar Obama.
Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin itu kompak mendesak kelompok Taliban untuk bergabung dengan proses politik dan berdialog dengan Pemerintah Afghanistan.
(mas)