Protes serangan drone, PM Pakistan temui Obama

Rabu, 23 Oktober 2013 - 11:13 WIB
Protes serangan drone,...
Protes serangan drone, PM Pakistan temui Obama
A A A
Sindonews.com - Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, hari ini (23/10/2013) dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Gedung Putih. Sharif, dalam pertemuan tersebut, akan menyampaikan keberatannya atas serangan pesawat nirawak atau drone di wilayah Pakistan.

Pertemuan dengan Obama akan menjadi puncak lawatan Sharif di Washington selama tiga hari. Pertemuan dengan Obama, seperti dikutip Xinhua, akan menjadi pertemuan yang kedua.

Menteri Informasi Pakistan, Pervaiz Rashid, mengatakan Perdana Menteri Sharif akan meyakinkan Obama, bahwa proses dialog dengan kelompok Taliban akan menjadi solusi perdamaian di Pakistan maupun Afghanistan.

Rahsid melanjutkan, protes Pakistan terhadap serangan drone yang diklaim AS ditujukan untuk para militan Taliban dan al-Qaeda, karena menyangkut soal kedaulatan negara. Menurutnya, Pakistan adalah negara merdeka dan berdaulat, dan tidak akan mengizinkan siapapun untuk campur tangan dalam urusan internal.

Ia mengatakan Pemerintah Pakistan telah menegaskan, bahwa dikte asing tidak akan diterima sama sekali. Protes Pakistan itu muncul beberapa jam setelah sebuah laporan terbaru dari kelompok hak asasi, Amnesty Internasional mengatakan, bahwa AS telah membunuh warga sipil dalam rangkaian serangan drone.

Laporan Amnesty International menyebut, bahwa pemerintahan Obama mungkin bersalah dan melakukan kejahatan perang, karena banyak dari mereka yang tewas di tangan militer AS yang diklaim sebagai teroris, ada warga sipil di dalamnya. Termasuk seorang nenek 68 tahun dan anak laki-laki 14 tahun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Ahmed Chaudhry, mengatakan prinsip Pakistan sudah tegas bahwa bahwa serangan semacam ini tidak hanya pelanggaran kedaulatan, tetapi juga bertentangan dengan hukum internasional. ”Sikap ini kini diterima di seluruh dunia. Sekjen PBB dan kelompok hak asasi manusia internasional mendukung itu,” kata Chaudhry.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
24 menit yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
1 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
2 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
3 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
6 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
7 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved