Petinggi keamanan ini bangga culik PM Libya

Senin, 21 Oktober 2013 - 10:15 WIB
Petinggi keamanan ini...
Petinggi keamanan ini bangga culik PM Libya
A A A
Sindonews.com – Teka-teki dalang penculikan terhadap Perdana Menteri (PM) Libya, Ali Zeidan, 11 hari lalu terjawab sudah. Seorang petinggi keamanan Libya, mengaku terlibat dalam penculikan Zeidan, dan dia mengaku bangga melakukan hal itu.

PM Zeidan diculik dari sebuah hotel di Tripoli oleh beberapa orang bersenjata pada 10 Oktober 2013. Zeidan yang dibebaskan beberapa jam kemudian, menuduh sebuah partai politik berada di balik tindakan penculikan yang ia sebut sebagai upaya kudeta.

”Itu adalah saya yang menangkap Ali Zeidan, dan saya bangga dengan itu,” kata Abdelmonem Essid, petinggi satuan anti-kejahatan pada sebuah Kementerian Keamanan Libya, kepada wartawan di Tripoli, seperti dikutip al-Arabiya, Senin (21/10/2013).

Pernyataan Essid disampaikan dalam konferensi pers, setelah dua anggota dari Kongres Umum Nasional, Mohammed al-Kilani dan Mustafa al-Triki menyangkal terlibat dalam penculikan singkat PM Libya itu.

Zeidan pada Minggu kemarin, mengatakan ketiga orang itu merupakan satu di antara petinggi yang terlibat dalam penculikannya. Dia menegaskan, pelaku penculikan itu akan berurusan dengan pengadilan.

Essid yang mengaku bangga telah menculik PM Libya, mengatakan, bahwa Zeidan pantas diculik, karena terlibat dalam dua kasus, yakni kasus narkoba dan korupsi. ”Obat (narkoba) disita dari mobil Ali Zeidan pada bulan Juni 2013,” ucap Essid.”Tidak ada bukti bahwa Zeidan bisa menikmati kekebalan (hukum).”

Pengakuan blak-blakan Essid itu, menuai ledekan dari publik Libya di situs jejaring sosial. Mereka menyebut, pengakuan Essid sebagai dalang penculikan PM Libya itu sebagai lelucon.

Zeidan, dalam konferensi pers-nya kemarin, mengatakan para penculiknya telah mencoba memaksanya untuk mengundurkan diri sebagai PM Libya. Dia menyebut, para musuh politiknya di Kongres yang gagal menggulingkan pemerintah melalui cara-cara demokratis kini mencoba untuk menggunakan cara kekerasan.

Kekisruhan politik di Libya terjadi, setelah ditaktor Moamar Gaddafi dibunuh, dalam pemberontakan tahun 2011, bersamaan dengan invasi militer Amerika Serikat ke negara itu. Jabatan penting di negara itu, akhirnya diisi para tokoh milisi.
(mas)
Berita Terkait
Delapan Kuburan Massal...
Delapan Kuburan Massal Ditemukan di Libya, PBB Serukan Penyelidikan
Mengapa Bencana Banjir...
Mengapa Bencana Banjir di Libya seperti Tsunami?
Satelit Rekam Badai...
Satelit Rekam Badai Mediterania yang Langka Penyebab Banjir Libya
6 Fakta Banjir Mengerikan...
6 Fakta Banjir Mengerikan Libya: 6.000 Orang Tewas, Mayat-mayat Berserakan
Melonjak Tajam, Korban...
Melonjak Tajam, Korban Tewas Banjir Libya Tembus 11.300 Jiwa
Ahli Sebut Intervensi...
Ahli Sebut Intervensi NATO ke Libya Penyebab Banjir Bandang
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
33 menit yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
36 menit yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
1 jam yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
2 jam yang lalu
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
3 jam yang lalu
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved