Banyak anak Suriah mati kelaparan, Assad dikecam

Sabtu, 19 Oktober 2013 - 09:11 WIB
Banyak anak Suriah mati...
Banyak anak Suriah mati kelaparan, Assad dikecam
A A A
Sindonews.com – Pemerintah rezim Presiden Bashar al-Assad dikecam banyak rakyat Suriah. Musbabnya, Pemerintah Assad dianggap sengaja membiarkan rakyat Suriah di wilayah yang dikuasai pemberontak anti-Assad mati kelaparan.

Setidaknya tiga dari wilayah di pinggir Damaskus, yakni Yarmouk , Ghouta timur dan Moudamiyah, telah dikepung pasukan Assad selama beberapa bulan. Suplai makanan tidak bisa masuk ke tiga wilayah itu. Imbasnya, banyak anak-anak Suriah mati kelaparan.

”Jika mereka (pasukan Assad) ingin menyerang kita dengan senjata kimia, maka lakukan saja! Tapi bisakah mereka membiarkan bau roti datang, sehingga kita bisa mati bahagia?,” kata seorang bocah 11 tahun di Yarmouk, dengan nada frustasi, seperti dikutip BBC, Sabtu (19/10/2013).

Situasi sulit itulah yang membuat ulama setempat sampai mengeluarkan fatwa untuk rakyat Suriah yang kelaparan untuk makan daging kucing, daging anjing dan daging keledai. Fatwa itu, menurut ulama terpaksa dikeluarkan agar rakyat Suriah yang kelaparan bisa bertahan hidup.

”Kami mengeluarkan perintah agama yang memungkinkan orang untuk makan daging anjing dan daging kucing. Bukan karena halal, tetapi karena itu adalah refleksi dari realitas penderitaan kita,” ujar Sheikh Saleh al-Khatib, salah satu ulama Suriah.

Para aktivis Suriah mengatakan, mereka sekarang mulai mendokumentasikan penderitaan rakyat Suriah, yang rata-rata kekurangan gizi.

Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat mendesak Pemerintah Suriah untuk mengizinkan konvoi bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah yang dikepung pasukan Assad. Pasalnya, bantuan itu sangat diperlukan untuk menyelamatkan rakyat Suriah yang kelaparan di wilayah yang dikuasai pemberontak itu.

Washington menyatakan, pengepungan pasukan Assad selama berbulan-bulan, telah membuat banyak rakyat Suriah kekurangan makanan, air dan obat-obatan. ”Laporan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jennifer Psaki. ”Anak-anak yang meninggal karena kekurangan gizi, berada hanya beberapa kilometer istana Presiden Assad,” lanjut Psaki.

Menurutnya, sudah seharusnya Presiden Assad turun tangan menyelamatkan rakyatnya yang kelaparan, karena terjebak dalam situasi perang. ”Kami menyerukan kepada rezim Suriah untuk segera menyetujui akses untuk konvoi bantuan kemanusiaan,” imbuh dia. ”Mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman di pinggiran kota Damaskus.”
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
36 menit yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
38 menit yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
1 jam yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
2 jam yang lalu
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
3 jam yang lalu
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
3 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved