Sebut korban nikmati perkosaan, hakim Israel mundur

Kamis, 17 Oktober 2013 - 13:40 WIB
Sebut korban nikmati...
Sebut korban nikmati perkosaan, hakim Israel mundur
A A A
Sindonews.com – Nissim Yeshaya, seorang hakim di Tel Aviv, Israel telah mengundurkan diri setelah mengeluarkan komentar kontroversial. Dia menyebut, beberapa gadis korban perkosaan menikmati apa yang mereka alami.

Hakim Yeshaya yang bertugas di Pengadilan Negeri Tel Aviv mengumumkan pengunduran dirinya, setelah bertemu dengan Menteri Kehakiman Tzipi Livni dan Mahkamah Agung Asher Grunis. Demikian laporan ynetnews.com, kemarin (16/10/2013).

”Semua hakim perlu tahu bahwa mereka berada di bawah pengawasan. Mereka harus menjaga diri, dengan cara menjadi orang yang dipercaya dan menegakkan hukum untuk menentukan nasib orang lain,” kata Livni, mengomentari penguduran diri hakim itu.

”Ini bukan hanya tentang setiap pernyataan tunggal (hakim Yeshaya) , ini tentang persepsi perempuan yang telah berjuang selama bertahun-tahun, di mana korban sedang disalahkan atas kasus perkosaan,” lanjut Livni.

Kasus perkosaan itu sebenarnya terjadi enam tahun lalu. Di mana, empat pemuda Palestina yang berasal dari kamp pengungsi Shuafat memperkosa seorang gadis 13 tahun. Saat komentar kontroversial hakim Yeshaya muncul, korban perkosaan tidak hadir dalam sidang.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyesalkan pernyataan hakim itu. Menurutnya, komentar seperti itu tidak bisa diterima. Atas insiden itu, ia menarik dukungannya terkait pengangkatan hakim dari Partai Likud.

Knesset Aliza Lavie, Ketua Komite DPR tentang masalah perempuan, mendesak agar hakim Yeshaya dipecat secepat mungkin. Komentar hakim itu juga dikecam pengacara korban, Aloni-Sadovnik.

”Di tengah perdebatan yang memanas, dia (hakim Yeshaya) tiba-tiba dia berkata lantang, yang didengar semua orang yang hadir di sidang; ‘Ada beberapa gadis yang menikmati diperkosa’,” kata pengacara itu, menirukan ucapan hakim Yeshaya.

”Ruang sidang mendadak hening. Bahkan anggota panel diam selama beberapa menit. Dia bahkan tidak sadar apa yang dia katakan. Dia tidak mengerti mengapa semua orang menjadi diam mendadak,” lanjut dia menceritakan suasana sidang.

Setelah komentarnya memicu kecaman, hakim Yeshaya, berupaya mengelak. ”Ini tidak serius. Mereka mencoba untuk mendapatkan publisitas dari saya, saya tidak percaya korban perkosaan tidak terluka atau perkosaan bukan merupakan pelanggaran berat. (Komentar saya) itu disalahartikan,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
7 menit yang lalu
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
1 jam yang lalu
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
2 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
3 jam yang lalu
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
4 jam yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
4 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved