Shutdown AS tamat, layanan publik buka lagi

Kamis, 17 Oktober 2013 - 11:06 WIB
Shutdown AS tamat, layanan...
Shutdown AS tamat, layanan publik buka lagi
A A A
Sindonews.com –DPR Amerika Serikat (AS) yang dikuasai Partai Republik akhirnya mengakhiri pemblokiran anggaran (shutdown) Pemerintah AS. Layanan publik AS yang sebelumnya tutup karena tak dapat jatah anggaran, mulai hari ini buka kembali.

Dalam voting yang digelar Rabu (16/10/2013), malam waktu setempat, DPR AS menyepakati proposal angaran yang diajukan Partai Demokrat dengan 285 suara setuju dan 144 suara menolak. Proposal atau Rancangan UU Anggaran itu, sebelumnya sudah disepakati Senat AS untuk diloloskan juga lewat voting, di mana 81 suara setuju dan 18 suara menolak.

RUU Anggaran itu diloloskan, agar shutdown berakhir dan untuk menghindari risiko Pemerintah AS gagal bayar utang. Presiden AS, Barack Obama menyambut kesepekatan pelolosan RUU itu. ”Saya akan menandatangani segera,” kata Obama, seperti dikutip Reuters, Kamis (17/10/2013). ”Kita akan mulai membuka kembali pemerintah kita, segera,” katanya lagi.

Obama melanjutkan, setelah shutdown berakhir, para pekerja di layanan publik AS bisa aktif lagi. ”Mudah-mudahan, waktu berikutnya tidak akan sampai pada pukul 11.00 (hari ini),” ujar Obama.

Senator AS dari Partai Demokrat, Harry Reid, berharap DPR tidak membuat kesalahan yang sama, dengan menciptakan shutdown atas kebuntuan politik. ”Mari kita jujur​​, ini adalah rasa sakit yang ditimbulkan pada suatu bangsa tanpa alasan yang baik dan kita tidak bisa, tidak bisa membuat kesalahan yang sama lagi,” kata Reid.

Sebelumnya, para politisi, bankir dan ekonom telah memperingatkan konsekuensi ekonomi yang mengerikan dunia bagi dunia, kecuali senat sepakat untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah AS.

Shutdown Pemerintah AS, telah memasuki minggu ketiga, ketika Parlemen AS yang dikuasai Partai Republik memblokir anggaran pemerintah, sehingga nyaris semua layanan publik di AS tutup.

Shutdown terjadi setelah senat menolak tuntutan DPR untuk tidak mendanai atau menunda pelaksanaan UU Asuransi Kesehatan yang digagas Presiden Obama atau Obamacare, yang merupakan bagian dari RUU Anggaran.

Presiden Obama sejak awal menolak merundingkan perubahan dalam UU Asuransi Kesehatan sebelum layanan pemerintah dibuka kembali.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
29 menit yang lalu
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
57 menit yang lalu
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
1 jam yang lalu
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
3 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
3 jam yang lalu
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved