Terkait penahanan Diplomat, Rusia tunggu sikap Belanda

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 22:56 WIB
Terkait penahanan Diplomat,...
Terkait penahanan Diplomat, Rusia tunggu sikap Belanda
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia menyatakan pada Jumat (11/10/2013), bahwa mereka mengharapkan Pemerintah Belanda menegur pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden pemukulan dan penangkapan seorang dilomat Rusia di Den Haag, Belanda, pekan lalu. Pelaku tindakan itu ditenggarai adalah aparat Belanda.

"Rusia telah dengan tegas menyatakan, bahwa kami terus menunggu langkah lebih lanjut untuk membawa tanggung jawab para pejabat Belanda yang telah melakukan pelanggaran hukum internasional, yang diakui oleh pihak Belanda," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua.

Sementara Duta Besar Belanda untuk rusia, Ron van Dartel, mengatakan, dia mengharapkan “penyelesaian secepatnya” terkait insiden penahanan Dmitry Borodin, diplomat Rusia yang mengalami aksi kekerasan di Den Haag.

Dartel telah mengirim catatan ke Kementerian Luar Negeri Rusia, di mana catatan itu mengakui bahwa penahanan diplomat Rusia telah melanggar Konvensi Wina 1961. Sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, pihaknya sedang mempelajari laporan tentang insiden diplomatik tersebut.

"Mudah-mudahan para ahli sudah mempelajari masalah ini. Ketika mereka selesai, kita akan menentukan sikap kita terhadap hal itu," kata Lavrov pada konferensi pers. Ia juga mengatakan, Moskow mengambil sikap untuk mempertimbangkan permintaan maaf Belanda, bahkan sebelum laporan itu diserahkan pada Jumat pagi.

"Yang paling penting, pihak Belanda mengakui hal ini, bahkan tanpa adanya laporan. Pada kenyataannya, tidak punya pilihan lain, dari pelanggaran hukum internasional, khususnya Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik," kata Lavrov .

Pada hari Rabu, atas nama Kerajaan Belanda, Menteri Luar Negeria Frans Timmermans secara resmi meminta maaf kepada Rusia atas pelanggaran hukum internasional, khususnya Konvensi Wina.
(esn)
Berita Terkait
Beri Waktu 2 Minggu,...
Beri Waktu 2 Minggu, Belanda Perintahkan Diplomat Rusia Angkat Kaki
Dua WNA Rusia Belanda...
Dua WNA Rusia Belanda Ditangkap Atas Kasus Skimming Kartu ATM
Belanda Izinkan Pengiriman...
Belanda Izinkan Pengiriman 20.000 Ton Pupuk Rusia ke Malawi
Belanda Sita 14 Kapal...
Belanda Sita 14 Kapal Pesiar Milik Rusia
Galang Dana Beli Ambulans...
Galang Dana Beli Ambulans Buat Ukraina, Pria Belanda Lari dari Amsterdam ke Kiev
900 Tentara Anggota...
900 Tentara Anggota NATO Teledor, Data Mereka di Aplikasi Kebugaran Mudah Terdeteksi Musuh
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
18 menit yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
59 menit yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
1 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
1 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
1 jam yang lalu
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved