AS galau, bantuan untuk Mesir distop

Kamis, 10 Oktober 2013 - 09:26 WIB
AS galau, bantuan untuk...
AS galau, bantuan untuk Mesir distop
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menahan bantuan untuk Mesir dalam skala besar-besaran. Keputusan itu, sebagai konsekuensi atas tindakan kekerasan yang terus terjadi di Mesir, sejak Presiden Mohamed Morsi digulingkan 3 Juli 2013 lalu.

Keputusan AS itu, sekaligus merupakan bentuk kegalauan yang dialami Pemerintah Barack Obama. Sebab, AS sebelumnya tidak akan menghentikan bantuan untuk Mesir. Mereka menilai apa yang terjadi dengan Morsi bukan kudeta, karena diklaim atas kehendak rakyat Mesir. Namun, dengan kekerasan yang terus terjadi, AS mulai gamang, dan akhirnya menahan semua bantuan untuk Mesir.

”Kami akan terus menahan pengiriman bantuan militer dalam skala besar, dan bantuan uang tunai kepada Pemerintah Mesir, sampai ada kemajuan politik yang inklusif,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jennifer Psaki, seperti dikutip Reuters, Kamis (10/10/2013).

”Sampai terbentuk pemerintahan sipil yang terpilih secara demokratis melalui pemilihan umum yang bebas dan adil,” lanjut Psaki. Departemen Luar Negeri AS juga mengisyaratkan pembekuan bantuan untuk Mesir itu, akan berlaku permanen.

Dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB bulan lalu, Presiden AS, Barack Obama mengkritik pemerintah sementara Mesir yang didukung militer. ”Keputusan yang tidak konsisten dengan demokrasi yang inklusif,” kata Obama.

Sejak militer Mesir pimpinan Jenderal Abdel Fatah el-Sisi menggulingkan Morsi pada 3 Juli 2013, Pemerintah Mesir telah berulang kali bentrok dengan massa Ikhwanul Muslimin pendukung Morsi. Yang teranyar, beberapa hari lalu 51 orang tewas yang sebagian besar dari massa pro-Morsi, setelah terjadi bentrokan dalam peringatan agresi militer Israel ke Mesir tahun 1979.

Sedangkan nasib Morsi sampai saat ini masih berada di tahanan yang dirahasiakan. Dia akan diadili pada tanggal 4 November 2013 atas tuduhan menghasut pembunuhan dan kekerasan.

Dakwaan ini terkait dengan kematian tujuh orang dalam bentrokan antara demonstran oposisi dan massa Ikhwanul Muslimin di luar istana presiden di Kairo tahun lalu.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
7 menit yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
1 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
3 jam yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
4 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
5 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved