Militer AS gagal bekuk komandan al-Shabab di Somalia
Selasa, 08 Oktober 2013 - 10:32 WIB
Militer AS gagal bekuk komandan al-Shabab di Somalia
A
A
A
Sindonews.com – Pihak Pentagon Amerika Serikat, kemarin, mengatakan operasi militer AS yang berlangsung di Somalia pada Jumat pekan lalu gagal menangkap komandan al-Shabab, Abdikadir Mohamed Abdikadir alias Ikrima.
Menurut Pentagon, Ikrimia adalah komandan top di al-Shabab yang terkait jaringan teroris al-Qaeda. ”Sementara, operasi gagal menangkap Ikrima. Personel militer AS melakukan operasi dengan presisi yang tak tertandingi. Ini menunjukkan, bahwa AS dapat memberikan tekanan langsung pada kepemimpinan al- Shabab,” kata juru bicara Pentagon, George Little dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Xinhua, Selasa (8/10/2013).
Ikrima adaah warga Kenya asal Somalia. Dia disebut Petagon, memiliki hubungan dekat dengan tokoh al-Qaeda yang telah meninggal, Harun Fazul dan Saleh Nabhan. Mereka diduga kuat berperan dalam pemboman di Kedutaan Besar AS di Nairobi, Kenya tahun 1998 dan serangan di hotel serta maskapai di Mobassa, Kenya pada tahun 2002.
Menurut Little, militer AS, bekerja sama dengan Pemerintah Somalia, dalam menghadapi kelompok al-Shabab. ”Militer AS memiliki kemampuan yang tak tertandingi dan bisa mengandalkan salah satu dari mereka untuk mengganggu jaringan teroris dan rencana terornya,” kata Little.
Media AS sebelumnya melaporkan, bahwa pasukan AS ditarik keluar usai beroperasi di Somalia pada hari Jumat pekan lalu, setelah mereka gagal menangkap Ikrima hidup-hidup.
Operasi militer AS di Somalia adalah salah satu dari dua serangan yang diluncurkan pada akhir pekan lalu untuk melawan teroris di Afrika. Meskipun gagal menangkap Ikrima, mereka berhasil menangkap pimpinan al-Qaeda untuk wilayah Afrika, Abu Anas al-Liby, pria Libya yang diduga sebagai dalang pemboman di Kedutaan besar AS di Tanzania dan Kenya pada tahun 1998.
Menurut Pentagon, Ikrimia adalah komandan top di al-Shabab yang terkait jaringan teroris al-Qaeda. ”Sementara, operasi gagal menangkap Ikrima. Personel militer AS melakukan operasi dengan presisi yang tak tertandingi. Ini menunjukkan, bahwa AS dapat memberikan tekanan langsung pada kepemimpinan al- Shabab,” kata juru bicara Pentagon, George Little dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Xinhua, Selasa (8/10/2013).
Ikrima adaah warga Kenya asal Somalia. Dia disebut Petagon, memiliki hubungan dekat dengan tokoh al-Qaeda yang telah meninggal, Harun Fazul dan Saleh Nabhan. Mereka diduga kuat berperan dalam pemboman di Kedutaan Besar AS di Nairobi, Kenya tahun 1998 dan serangan di hotel serta maskapai di Mobassa, Kenya pada tahun 2002.
Menurut Little, militer AS, bekerja sama dengan Pemerintah Somalia, dalam menghadapi kelompok al-Shabab. ”Militer AS memiliki kemampuan yang tak tertandingi dan bisa mengandalkan salah satu dari mereka untuk mengganggu jaringan teroris dan rencana terornya,” kata Little.
Media AS sebelumnya melaporkan, bahwa pasukan AS ditarik keluar usai beroperasi di Somalia pada hari Jumat pekan lalu, setelah mereka gagal menangkap Ikrima hidup-hidup.
Operasi militer AS di Somalia adalah salah satu dari dua serangan yang diluncurkan pada akhir pekan lalu untuk melawan teroris di Afrika. Meskipun gagal menangkap Ikrima, mereka berhasil menangkap pimpinan al-Qaeda untuk wilayah Afrika, Abu Anas al-Liby, pria Libya yang diduga sebagai dalang pemboman di Kedutaan besar AS di Tanzania dan Kenya pada tahun 1998.
(mas)