Terkait penghancuran senjata kimia, AS puji rezim Suriah
Senin, 07 Oktober 2013 - 22:37 WIB
Terkait penghancuran senjata kimia, AS puji rezim Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad layak diberi pujian atas langkah untuk menghilangkan senjata kimia milik rezimnya. Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, Senin (7/10/2013).
Pernyataan ini dilontarkan Kerry, setelah para ahli kimia dari Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang tergabung dalam misi PBB di Suriah, mulai menghancurkan senjata kimia milik rezim Suriah.
"Proses ini telah dimulai dalam waktu singkat dan kami sangat menghargai kerjasama Rusia dan untuk kepatuhan Suriah," kata Kerry kepada wartawan, bersama dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Nusa Dua, Bali.
"Saya pikir itu sangat penting, bahwa dalam waktu sepekan sejak resolusi (PBB) disahkan, beberapa senjata kimia telah di hancurkan," kata Kerry. "Terus terang, saya pikir itu adalah kredit kepada rezim Assad. Ini adalah awal yang baik dan kami menyambut awal yang baik," lanjutnya.
Bulan lalu, rezim Suriah setuju untuk menyerahkan senjata kimia itu di bawah resolusi PBB, yang ditujukan untuk menghindari aksi militer AS. Berdasarkan program tersebut, senjata kimia Suriah dan fasilitas produksi harus dihancurkan sebelum tanggal 1 November.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah Jerman, Der Spiegel, Presiden Bashar al-Assad mengatakan, pemerintahnya "sangat transparan" dengan tim PBB-OPCW. "Para ahli bisa pergi ke setiap situs. Mereka akan mendapatkan semua data dari kami, mereka akan memverifikasi data itu dan kemudian mereka dapat membuat penilaian tentang kredibilitas kami," katanya.
Pernyataan ini dilontarkan Kerry, setelah para ahli kimia dari Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang tergabung dalam misi PBB di Suriah, mulai menghancurkan senjata kimia milik rezim Suriah.
"Proses ini telah dimulai dalam waktu singkat dan kami sangat menghargai kerjasama Rusia dan untuk kepatuhan Suriah," kata Kerry kepada wartawan, bersama dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Nusa Dua, Bali.
"Saya pikir itu sangat penting, bahwa dalam waktu sepekan sejak resolusi (PBB) disahkan, beberapa senjata kimia telah di hancurkan," kata Kerry. "Terus terang, saya pikir itu adalah kredit kepada rezim Assad. Ini adalah awal yang baik dan kami menyambut awal yang baik," lanjutnya.
Bulan lalu, rezim Suriah setuju untuk menyerahkan senjata kimia itu di bawah resolusi PBB, yang ditujukan untuk menghindari aksi militer AS. Berdasarkan program tersebut, senjata kimia Suriah dan fasilitas produksi harus dihancurkan sebelum tanggal 1 November.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah Jerman, Der Spiegel, Presiden Bashar al-Assad mengatakan, pemerintahnya "sangat transparan" dengan tim PBB-OPCW. "Para ahli bisa pergi ke setiap situs. Mereka akan mendapatkan semua data dari kami, mereka akan memverifikasi data itu dan kemudian mereka dapat membuat penilaian tentang kredibilitas kami," katanya.
(esn)