OPCW: Suriah kooperatif dalam proses penghancuran senjata kimia
Senin, 07 Oktober 2013 - 20:08 WIB
OPCW: Suriah kooperatif dalam proses penghancuran senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com - Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengatakan, sejauh ini Pemerintah Suriah berkerjasama dalam operasi penghancuran senjata kimia yang penggunaanya dilarang. Demikian pernyataan yang diungkapkan OPCW dalam halaman situs resminya, Senin (7/10/2013).
"OPCW telah menggelar sebuah diskusi dengan Pemerintah Suriah untuk mengungkap keberadaan senjata kimia Suriah yang sebelumnya dirahasiakan," kata OPCW dalam sebuah pernyataan.
"Diskusi tersebut berlangsung konstruktif dan pihak berwenang Suriah sejauh ini bekerjasama dengan OPCW," lanjut isi pernyataan tersebut.Sebelumnya, pada Selasa (1/10/2013) lalu, sebuah ahli ditemani oleh inspektur OPCW kembali dari Suriah usai menggelar pertemuan dengan Pemerintah Suriah.
Sebelumnya, OPCW juga telah mendapatkan informasi tambahan soal program senjata kimia mereka, sesuai dengan kewajibannya berdasarkan resolusi PBB dari Pemerintah Suriah. Seperti diketahui, Tim OPCW menghadapi tugas menakutkan, karena rezim Presiden Bashar al-Assad diyakini memiliki lebih dari 1.000 ton gas saraf sarin, gas mustard, dan senjata kimia mematikan lainnya.
Tujuan utama mereka adalah untuk menonaktifkan tempat produksi senjata kimia pada akhir Oktober atau awal November dengan menggunakan "metode bijaksana", termasuk menggunakan bahan peledak, palu godam atau menuangkan beton.
"OPCW telah menggelar sebuah diskusi dengan Pemerintah Suriah untuk mengungkap keberadaan senjata kimia Suriah yang sebelumnya dirahasiakan," kata OPCW dalam sebuah pernyataan.
"Diskusi tersebut berlangsung konstruktif dan pihak berwenang Suriah sejauh ini bekerjasama dengan OPCW," lanjut isi pernyataan tersebut.Sebelumnya, pada Selasa (1/10/2013) lalu, sebuah ahli ditemani oleh inspektur OPCW kembali dari Suriah usai menggelar pertemuan dengan Pemerintah Suriah.
Sebelumnya, OPCW juga telah mendapatkan informasi tambahan soal program senjata kimia mereka, sesuai dengan kewajibannya berdasarkan resolusi PBB dari Pemerintah Suriah. Seperti diketahui, Tim OPCW menghadapi tugas menakutkan, karena rezim Presiden Bashar al-Assad diyakini memiliki lebih dari 1.000 ton gas saraf sarin, gas mustard, dan senjata kimia mematikan lainnya.
Tujuan utama mereka adalah untuk menonaktifkan tempat produksi senjata kimia pada akhir Oktober atau awal November dengan menggunakan "metode bijaksana", termasuk menggunakan bahan peledak, palu godam atau menuangkan beton.
(esn)