AS didesak jelaskan soal penangkapan pria Libya
Senin, 07 Oktober 2013 - 09:59 WIB
AS didesak jelaskan soal penangkapan pria Libya
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Libya, mendesak Pemerintah Amerika Serikat menjelaskan perihal penangkapan Nazih Abdul-Hamed al-Ruqai alias Anas al-Liby, di Tripoli, Libya. Pasalnya, Pemerintah Libya tidak diberitahu soal penangkapan pria yang dituduh sebagai pemimpin al-Qaeda untuk Afrika Timur.
Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan, kemarin,mengatakan pihaknya tidak menerima informasi, ketika pasukan komando AS menangkap Anas al-Liby, Sabtu pekan lalu. Penangkapan itu, juga dikaitkan dengan teror berdarah yang menewaskan 67 orang di mal Westage, Nairobi, Kenya oleh kelompok al-Shabab, beberapa pekan lalu.
”Pemerintah Libya meminta penjelasan Pemerintah AS menyusul berita tentang penangkapan seorang warga Libya oleh otoritas AS,” kata Zeidan dalam sebuah pernyataan. ”Pemerintah Libya telah menghubungi pihak berwenang AS untuk meminta mereka guna memberikan penjelasan.”
Mengutip laporan Reuters, Anas al-Liby diburu otoritas AS, karena dia juga diduga terlibat pemboman Kedutaan di Afrika Timur yang menewaskan 224 orang pada tahun 1998. AS telah menawarkan USD5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan AS, George Little, menanggapi penangkapan Anas al-Liby, di Libya. ”Penangkapan dan penahanan pria Libya itu sah oleh militer AS,” katanya. “Dia di lokasi yang aman, di luar Libya,” katanya lagi.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, telah memperingatkan terhadap para militan al-Qaeda. Menurutnya, mereka bisa saja lari. ”Tapi, mereka tidak dapat bersembunyi,” ujarnya.
Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan, kemarin,mengatakan pihaknya tidak menerima informasi, ketika pasukan komando AS menangkap Anas al-Liby, Sabtu pekan lalu. Penangkapan itu, juga dikaitkan dengan teror berdarah yang menewaskan 67 orang di mal Westage, Nairobi, Kenya oleh kelompok al-Shabab, beberapa pekan lalu.
”Pemerintah Libya meminta penjelasan Pemerintah AS menyusul berita tentang penangkapan seorang warga Libya oleh otoritas AS,” kata Zeidan dalam sebuah pernyataan. ”Pemerintah Libya telah menghubungi pihak berwenang AS untuk meminta mereka guna memberikan penjelasan.”
Mengutip laporan Reuters, Anas al-Liby diburu otoritas AS, karena dia juga diduga terlibat pemboman Kedutaan di Afrika Timur yang menewaskan 224 orang pada tahun 1998. AS telah menawarkan USD5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan AS, George Little, menanggapi penangkapan Anas al-Liby, di Libya. ”Penangkapan dan penahanan pria Libya itu sah oleh militer AS,” katanya. “Dia di lokasi yang aman, di luar Libya,” katanya lagi.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, telah memperingatkan terhadap para militan al-Qaeda. Menurutnya, mereka bisa saja lari. ”Tapi, mereka tidak dapat bersembunyi,” ujarnya.
(mas)