Dicap pentolan al-Qaeda, pasukan AS bekuk pria Libya
Senin, 07 Oktober 2013 - 09:41 WIB
Dicap pentolan al-Qaeda, pasukan AS bekuk pria Libya
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan Amerika Serikat melakukan operasi penangkapan terhadap Nazih Abdul-Hamed al-Ruqai alias Anas al-Liby, yang dituduh sebagai pimpinan al-Qaeda untuk Afrika Timur. Bahkan, penangkapan itu dilakukan di Tripoli, Libya, bukan di AS.
Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, memuji militer AS dalam operasi di negara orang itu. Dia mengklaim, penangkapan itu sebagai bentuk kemampuan pasukan AS dan memerangi jaringan terorisme global.
Mengutip laporan Reuters, Senin (7/10/2013), juru bicara Departemen Pertahanan AS, George Little, menanggapi penangkapan Anas al-Liby, di Libya. ”Penangkapan dan penahanan pria Libya itu sah oleh militer AS,” katanya. “Dia di lokasi yang aman, di luar Libya,” katanya lagi.
Mengutip laman al-Jazeera, yang mewawacarai istri pria Libya yang ditangkap militer AS menggambarkan situasi penangkapan tersebut. ”Ia ditangkap saat ia hendak menuju ke tempat ibadah untuk doa pagi. Dia ditagkap delapan sampai 10 orang bertopeng,” tulis al-Jazeera.
”Istrinya melihat orang-orang keluar dari dua mobil di depan rumah. Pria bertopeng segera menyerang, sebelum dia bisa keluar dari mobilnya,” lanjut laporan itu.
The New York Times mengutip seorang pejabat keamanan AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa operasi penangkapan pria Libya itu, sebagai tindak lanjut atas teror berdarah oleh kelompok al- Shabaab bulan lalu di mal Westgate, Nairobi, Kenya. Di mana, 67 orang tewas dalam serangan selama empat hari tersebut.
Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, memuji militer AS dalam operasi di negara orang itu. Dia mengklaim, penangkapan itu sebagai bentuk kemampuan pasukan AS dan memerangi jaringan terorisme global.
Mengutip laporan Reuters, Senin (7/10/2013), juru bicara Departemen Pertahanan AS, George Little, menanggapi penangkapan Anas al-Liby, di Libya. ”Penangkapan dan penahanan pria Libya itu sah oleh militer AS,” katanya. “Dia di lokasi yang aman, di luar Libya,” katanya lagi.
Mengutip laman al-Jazeera, yang mewawacarai istri pria Libya yang ditangkap militer AS menggambarkan situasi penangkapan tersebut. ”Ia ditangkap saat ia hendak menuju ke tempat ibadah untuk doa pagi. Dia ditagkap delapan sampai 10 orang bertopeng,” tulis al-Jazeera.
”Istrinya melihat orang-orang keluar dari dua mobil di depan rumah. Pria bertopeng segera menyerang, sebelum dia bisa keluar dari mobilnya,” lanjut laporan itu.
The New York Times mengutip seorang pejabat keamanan AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa operasi penangkapan pria Libya itu, sebagai tindak lanjut atas teror berdarah oleh kelompok al- Shabaab bulan lalu di mal Westgate, Nairobi, Kenya. Di mana, 67 orang tewas dalam serangan selama empat hari tersebut.
(mas)